Cara memperkuat iman dengan meninggalkan 4 kalimat

Cara memperkuat iman dengan meninggalkan 4 kalimat. Sebagai seorang muslim kita wajib meyakini bahwa rukun iman ada 6. Dan rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT.

Pernahkan muncul keraguan di hati kita yang mempertanyakan tentang dzat Allah seperti dimanakah Allah, seperti apa Allah, kapan Allah ada dan tiada dan berbagai pertanyaan lain yang membuat hati gelisah.

Untuk itu mari kita simak penjelasan yang terdapat dalam kitab maslakun najah karya kiai Ahmad Subki Masyhadi.

Cara memperkuat iman dengan meningglkan 4 kalimat
cara meningkatkan keimanan
berikut ini akan kami beberkan ayat tentang meningkatkan keimanan

cara memperkuat iman dan islam

Barang siapa meninggalkan 4 kalimat maka sempurna imannnya, yaitu : aina, kaifa, mata, dan kam

1. misalkan ada pertanyaan dari syaithan seperti ini aina Allah ( dimana Allah ) ? maka jawablah dan tolaklah seperti ini : 

ليس فى مكان و لا جهة و لا يمرّ عليه زمان

Allah SWT tidak berada ditempat dan berada di arah dan tidak melewati zaman.

2. misalkan ada pertanyaan kaifa Allah ( seperti apa Allah ) ? maka jawablah dan tolaklah seperti ini :

ليس كمثله شيئٌ

Tidak ada sesuatu apapun itu menyerupai Allah. Allah SWT tidak menyerupai sesuatu.

Perlu di baca : Sifat Jaiz Allah

3. misalkan ada pertanyaan mata Allah ( kapan Allah ada dan tiada ) ? maka jawablah dan tolaklah seperti ini :

أوّل بلا إبتداء وآخر بلا انتهاء

Allah SWT itu dahulu tanpa ada yang mendahului, kekal ( abadi ) tanpa ada yang mengakhiri.

4. misalkan ada pertanyaan kam Allah ( ada berapa Allah itu ) ? maka jawablah dan tolaklah seperti ini :

واحد لا من قلّة

Allah itu satu bukan karena sedikit.

Misalkan ada pertanyaan lagi seperti ini : Jika Allah itu tidak berada di tempat dan tidak berada di arah dan tidak seperti apa-apa lalu sebenarnya Allah ada di mana ? dan seperti apa ? maka jawablah :

لا يعرف الله إلاّ الله

Tidak ada yang tahu keadaan Dzat Allah kecuali Allah SWT itu sendiri.

Perlu dibaca : Sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz Allah

Dimanakah Allah menurut salaf

Ketahuilah, bahwa kita tidak diperintah untuk berfikir tentang keadaan dzat Allah SWT tetapi kita diperintah untuk berfikir tentang makhluk Allah memikirkan tentang ciptaan Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda :

تفكّروا فى الخلق ولا تفكّروا فى الخالق

ada berfikirlah kamu sekalian tentang makhluk (ciptaan) Allah dan janganlah kalian semua berfikir tentang keadaan dzat Allah.

Maka kita diperintah untuk berfikir tentang ciptaan Allah supaya paham dan mengerti bahwa adanya ciptaan Allah itu menunjukkan bahwa adanya Allah. Karena mustahil makhluk (ciptaan) itu ada sendiri tanpa ada yang menciptakan.

لِأَنّ البعرة على البعير والأثر يدلّ على المسير والسماء ذات أبراج والأرض ذات فجاج والبحار ذات أمواج افلا تدلّ على الطيف الخبير ؟

Karena tahi unta itu menunjukkan adanya unta yang berak, dan bekas itu menunjukkan adanya orang yang berjalan dan langit yang mempunyai lintang-lintang dan bumi yang mempunyai jalan-jalan dan lautan yang mempunyai ombak apakah semua itu tidak menunjukkan adanya Allah ? tentu menunjukkan.

baca juga : Sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz Rasul

Semoga kita bisa menepis dan melawan godaan syaitan kepada hati yang berusaha menayakan tentang Allah agar pikiran kita tidak bisa menerima pembenaran. Padahal kita tidak diperintah berfikir tentang dzat Allah. Karena kita tidak akan mampu dan pasti tidak mampu karena hanya Allah yang tahu tentang keadaan dzat Allah.


Santri Indonesia. Belajarlah Ilmu dan Ajarkanlah Kepada Manusia.

Post a Comment