Sifat wajib rasul ada 4: shidiq (jujur), amanah (dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Sifat mustahilnya ada 4: kidzb (dusta), khianat, kitman (menyembunyikan wahyu), dan baladah (bodoh). Sifat jaiznya 1: sifat kemanusiaan yang tidak mengurangi derajat kerasulan.
Bersama 41 sifat Allah (20 wajib, 20 mustahil, 1 jaiz), jumlahnya menjadi 50, dikenal sebagai Aqaid Lima Puluh
Selain mengenal sifat-sifat Allah, seorang muslim juga diajarkan mengenal sifat para rasul. Pembagiannya sama: wajib, mustahil, dan jaiz. Artikel ini menjelaskan masing-masing beserta dalilnya dan perbedaan nabi dan rasul.
Pengertian Sifat Rasul
- Sifat wajib adalah sifat yang pasti ada pada para rasul.
- Sifat mustahil adalah lawannya, yang tidak mungkin ada pada para rasul.
- Sifat jaiz adalah sifat yang boleh ada pada mereka, yaitu sifat kemanusiaan yang tidak menurunkan derajat kerasulan.
Pembagian ini mengikuti hukum aqli yang dibahas pada artikel sifat wajib, mustahil, dan jaiz Allah.
Tabel Ringkasan Sifat Rasul
| Sifat wajib | Arab | Arti | Sifat mustahil (lawan) | Arti |
|---|---|---|---|---|
| Shidiq | الصِّدْقُ | Jujur, benar | Kidzb (الْكَذِبُ) | Dusta |
| Amanah | الْأَمَانَةُ | Dapat dipercaya | Khianat (الْخِيَانَةُ) | Curang, tidak amanah |
| Tabligh | التَّبْلِيغُ | Menyampaikan wahyu | Kitman (الْكِتْمَانُ) | Menyembunyikan wahyu |
| Fathanah | الْفَطَانَةُ | Cerdas | Baladah (الْبَلَادَةُ) | Bodoh, lamban berpikir |
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya
4 Sifat Mustahil Rasul
Sifat mustahil adalah lawan dari sifat wajib. Karena rasul wajib jujur, mustahil mereka berdusta, dan seterusnya.
| Sifat mustahil | Arab | Arti | Mengapa mustahil |
|---|---|---|---|
| Kidzb | الْكَذِبُ | Dusta | Bila rasul berdusta, berarti Allah membenarkan pendusta lewat mukjizat. Itu mustahil. |
| Khianat | الْخِيَانَةُ | Curang, melanggar amanah | Allah memilih rasul sebagai teladan. Rasul yang berkhianat tidak layak diteladani. |
| Kitman | الْكِتْمَانُ | Menyembunyikan wahyu | Rasul diperintah menyampaikan wahyu (QS. Al-Ma'idah: 67). |
| Baladah | الْبَلَادَةُ | Bodoh, lamban | Rasul harus mampu berhujjah dan membantah penentang dakwah. |
Sifat Jaiz Rasul
Sifat jaiz rasul hanya satu: sifat kemanusiaan yang tidak menurunkan derajat kerasulan. Para rasul adalah manusia pilihan. Mereka makan, minum, tidur, menikah, merasa lelah, dan bisa sakit.
Perbedaan Nabi dan Rasul
Para ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan perbedaan keduanya. Pendapat yang banyak dipakai dalam kitab tauhid:
| Aspek | Nabi | Rasul |
|---|---|---|
| Wahyu | Menerima wahyu | Menerima wahyu |
| Kewajiban | Mengamalkan wahyu, tidak harus diperintah menyampaikan kepada umat | Diperintah menyampaikan wahyu (syariat) kepada umat |
| Hubungan | Setiap rasul adalah nabi | Tidak setiap nabi adalah rasul |
Lanjut Belajar: Nama Rasul dan Ulul Azmi
Setelah mengenal sifat para rasul, Anda bisa melanjutkan ke dua pembahasan berikut.
- 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui: daftar nama lengkap beserta tulisan Arabnya.
- 5 rasul Ulul Azmi: arti, dalil, dan keistimewaan kelimanya.
Sudah paham sifat rasul? Lengkapi dengan 20 sifat wajib Allah.
Baca: 20 Sifat Wajib Allah dan DalilnyaPertanyaan yang Sering Diajukan
Ada berapa sifat wajib rasul?
Jawaban: Empat: shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Apa saja sifat mustahil rasul?
Jawaban: Kidzb (dusta), khianat, kitman (menyembunyikan wahyu), dan baladah (bodoh).
Apa sifat jaiz rasul?
Jawaban: Sifat kemanusiaan yang tidak mengurangi derajat kerasulan, seperti makan, minum, tidur, dan menikah.
Apa arti fathanah?
Jawaban: Cerdas. Rasul memiliki kecerdasan untuk berhujjah dan menghadapi penentang dakwah.
Mengapa disebut Aqaid 50?
Jawaban: Karena jumlahnya 50: 20 sifat wajib, 20 mustahil, dan 1 jaiz bagi Allah, ditambah 4 wajib, 4 mustahil, dan 1 jaiz bagi rasul.
Siapa saja rasul Ulul Azmi dan siapa 25 nabi yang wajib diketahui?
Jawaban: Pembahasannya ada di artikel 5 rasul Ulul Azmi dan 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui.
Apa beda nabi dan rasul?
Jawaban: Menurut pendapat yang banyak dipakai, keduanya menerima wahyu, tetapi rasul diperintah menyampaikannya kepada umat. Setiap rasul adalah nabi, namun tidak setiap nabi adalah rasul. Ulama berbeda dalam rincian pembedanya.
Sumber Referensi
- Al Quran Cloud: pencocokan nomor ayat (QS. 33:22, 26:107, 5:67, 6:83, 25:20, 18:110)
- Al-Qur'an: QS. Ali Imran: 161 (dikutip dari pengetahuan umum, belum dicocokkan ulang dengan mushaf digital)
- Kitab Tijan Darori dan Aqidatul Awam: pembagian sifat wajib, mustahil, dan jaiz rasul