Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah pertama pengganti Rasulullah

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah pertama pengganti Rasulullah.Setelah kita mengetahui sejarah tentang nabi Muhammad SAW. Alangkah baiknya sekarang kita mengetahui cerita tentang Abu Bakar Ash Shiddiq, Khulafaur Rasyidin yang pertama 

Ali al- Tanthawy mengatakan kalau panggilan Abu Bakar oleh bangsa Arab berasal dari kata al- bakru yang berarti unta yang masih muda. Sedangkan wujud plural dari kata ini merupakan bikarah. 

Bila seorang dipangil dengan bakran, hingga perihal ini menampilkan kalau orang tersebut ialah wujud pemimpin kabilah yang sangat terpandang perannya serta pula sangat terhormat.

kisah-abu-bakar-ash-shiddiq
khalifah pertama: abu bakar ash shiddiq

Dari sini bisa dimengerti kalau digelarinya dia dengan Abu Bakar karena perannya yang terhormat di tengah bangsa Quraisy, baik terhormat dari segi nasab maupun garis generasi begitu pula dari segi strata sosial sebab iaialah seseorang saudagar yang kaya raya.

Nasab Abu Bakar Ash Shiddiq RA

Nama asli Abu Bakar Ash Shiddiq adalah Abdullah putera dari Abu Quhafah. Berarti Nasab Abu Bakar atau Abdullah adalah bin Abu Quhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib.

Jika anda sudah menegtahui sejarah Rasulullah pastilah paham bahwa nasab Abu Bakar dan Nabi Muhammad bertemu di Murrah bin Ka’ab.

Ibu Abu Bakar adalah Ummul Khair Salma binti Shokhr bin Amir bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah.

Gelar Abu Bakar ash Shiddiq

Abu Bakar digelari dengan sebagian gelar, ialah gelar Atiq serta al- Shiddiq.

Gelar Atiq

Gelar Atiq yang disandang oleh Abu bakar al- Shiddiq mempunyai beberapa komentar digolongan ulama. Sebagian mereka berkata kalau disandang- kannya gelar tersebut sebab mukanya yang atiq (terang serta bersih). 

Terdapat pendapat yang berkata kalau dia digelari dengan Atiq sebab garis keturunannya yang bersih serta tidak terdapat cacatnya. Terdapat komentar yang berkata kalau ibunya tidak mempunyai seorangpun anak pria. Kala Abu Bakar al- Shiddiq dilahirkan, ibunya menghadap ke Ka`bah serta mengatakan,“ Ya Allah sesunggunya ini merupakan atiq( pembebasan) dari kematian, hingga anugrahkanlah dia padaku”. SetelahAbu Bakar al- Shiddiq besar, dia setelah itu digelari dengan Atiq

baca juga : Sejarah Singkat Khulafaur Rasyidin

Gelar Ash Shiddiq

Ketika terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj dimana kebanyakan orang terutama kaum kafir Quraisy menganggap peristiwa tersebut tidak pernah terjadi dan nabi berdusta, tapi tidak untuk Abu Bakar. Beliau membenarkan apa yang dikatakan Rasulullah. Atas perilaku Abu Bakar seperti itu Rasulullah Saw setelah itu mengatakan 

,“ Wahai sahabatku, engkau merupakan Abu Bakar Ash- Shiddiq.”

Dari peristiwa seperti itu Abu Bakar setelah itu menyandang gelar As- Shidiq yang berarti membetulkan sebab kala orang lain tidak yakin perkataan Rasulullah, dialah yang sangat dini mengakuinya.

baca juga : 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga

Islamnya Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar berkembang serta besar di tengah bangsa Quraisy di kota Makkah. Abu Bakar berasal dari Qabilah Tayim, Ia ialah generasi yang terhormat dari qabilah tersebut.  

Abu Bakar sebelum Islam

Saat sebelum masuk Islam, Abu Bakar al- Shiddiq sangat diketahui dengan wujud yang jujur, berakhlak yang baik serta jauh dari Kerutinan kurang baik kalangan jahiliyah semacam gemar bermain wanita serta minum- minuman keras.

Abu Bakar al- Shiddiq tidaklah berasal dari keluarga yang miskin. Akan namun kebalikannya, dia berasal dari keluarga yang kaya raya. Karena profesi keluarganya merupakan berdagang, sehingga profesi ini mendarah daging untuk Abu Bakar al- Shiddiq.

Dalam Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam menarangkan kalau Abu Bakar al- Shiddiq ialah wujud yang sangat lembut serta santun terhadap kaumnya, gampang suka kepada orang lain, seseorang orang dagang ulung yang mempunyai akhlak yang istimewa, dia kerap dikunjungi oleh para pemimpin kaumnya buat memohon berabagai komentar disebabkan ilmunya yang luas, pengalaman berdagangnya yang mapan, perannya yang besar ditengah kalangan serta penghormatannya yang besar kepada orang lain

Sebagaimana yang disebutkan di atas kalau Abu Bakar al- Shiddiq ialah seseorang wujud yang terpelihara dari keterpurukan akhlak bangsa Jahiliyah. Seakan dia sudah memeluk ajaran Islam walaupun ajaran itu belum diturunkan. Ia tidak turut maupun larut dengan kejelekan moral bangsa Quraisy walaupun ia ialah seseorang pembesar dari salah satu qabilah terhormat di antara mereka.

Abu Bakar Setelah masuk Islam

 Abu Bakar al- Shiddiq tetap menemani Rasulullah SAW dalam tiap dakwahnya. Dia tidak segan- segan untuk menghasilkan hartanya buat menyebarkan agama Allah. Keakraban Abu Bakar al- Shiddiq dengan Rasulullah SAW ditafsirkan dalam suatu hadis:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى االله عنهما - عَنِ النَّبِىِّ - صلى االله عليه وسلم - قَالَ : وَلَو كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِى خَلِيلاً لأَتَّخَذْتُ ، أَبَا بَكْرٍ وَلَكِنْ أَخِى وَصَحابِى (رواه البخاري))

Artinya, “Dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah SAW ia pernah bersabda, “Jika seandainya aku dibolehkan untuk mengambil teman dekat dari ummatku maka sungguh aku akan memilih Abu Bakar. Akan tetapi ia adalah saudara dan juga sahabatku.” (HR. Bukhari)

Selaku seseorang penyangga dakwah Rasulullah, Abu bakar al- Shiddiq juga aktif melaksanakan kegiatan dakwah. Abu Bakar al- Shiddiq memusatkan dakwahnya kepada 2 kelompok, ialah: awal, kelompok Quraisy yang mempunyai fitrah yang bersih, benak yang lurus serta tidak terbawa- bawa dengan kebobrokan akhlak serta akidah jahiliyah. Kedua, kelompok fakir miskin digolongan hamba sahaya dan orang- orang yang terzhalimi dari golongan non Quraisy

Kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq

Setelah Rasulullah SAW tampuk pemerintahan umat islam berada di bawah Kekhalifahan. Khalifah pertama yang nantinya akan disebut Khulafaur Rasyidin yaitu Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq.

Beliau, Abu Bakar memerintah lebih kurang 2(dua) tahun. Berbagai keberhasilan sudah dia torehkan dengan tinta emas sejarah. Serta perihal ini tidak akandapat dibiarkan oleh umat Islam sampai ke akhir era.

Istri Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar al- Shiddiq menikah dengan 2 orang istri kala dia masih di Makkah. Mereka merupakan Qatilah binti al-`Azy serta Ummu Rumman binti Amir bin Uwaimar. Dari istrinya yang awal dia dianugrahi anak Abdullah serta Asma dan dari istrinya yang kedua dia dianugrahi dengan Abdurrahman serta Aisyah. yang nantinya akan menjadi sitri Rasulullah

Sehabis masuk Islam serta hijrah ke Madinah, Abu Bakar al- Shiddiq menikah kembali dengan 2 orang isteri, ialah Habibah binti Kharijah dan Asma’ binti Umaisy.

Dari Habibah dia dianugerahi Ummu Kultsum yang lahir sehabis dia wafat. Ummu Kultsum menikah dengan Thalhah bin Ubaidillah yang ialah salah seseorang teman Rasulullah SAW. 

Sebaliknya dari Asma’ dia dianugerahi dengan Muhammad. Abu Bakar al- Shiddiq Saat sebelum serta Setelah Masuk Islam Saat sebelum Masuk Islam

Wafatnya Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar al- Shiddiq meninggal pada Jumadil Akhir tahun 13( tiga belas) Hijriyah. Saat sebelum dia wafat, Abu Bakar al- Shiddiq mengidap sakit lebih kurang 15( lima belas) hari. Pada rentang waktu tersebut dia cuma terbaring di tempat tidur serta tidak dapat melaksanakan shalat berjamaah bersama teman yang lain. Supaya shalat jamaah di masjid dapat terus bersinambung, Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab. 

Abu Bakar wafat pada usia 63 Tahun sama seperti usia Nabi Muhammad ketika meninngal dunia. Jenazah Abu Bakar al- Shiddiq dimandikan oleh isterinya ialah Asma` binti Amisy, cocok dengan wasiatnya saat sebelum dia wafat. Bila terdapat hal- hal yang tidak dapat dia jalani hingga dia memohon dorongan kepada putranya; Abudurrahman bin Abu Bakar.

Terdapat riwayat yang berkata kalau Abu Bakar al- Shiddiq mengidap sakit yang mengantarkannya pada kematian diakibatkan oleh makanan yang dibubuhi toksin oleh seseorang Yahudi. Abu Bakar al- Shiddiq memakan santapan teresbut bersama al- Harist bin Kaladah serta al- Atab bin Usaid. Mereka hadapi penyakit yang sama serta wafat pada hari yang sama.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah pertama pengganti Rasulullah ini semoga dapat memberikan banyak pelajaran yang dapat kita ambil dan sebagai bahan pembelajaran dalam kehidupan
Santri Indonesia. Belajarlah Ilmu dan Ajarkanlah Kepada Manusia.

Post a Comment