Inalillahi wainailaihi rojiun (اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ) artinya "Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali". Kalimat ini disebut juga kalimat istirja', diucapkan umat Islam saat mendengar kabar duka, musibah, atau kematian, sebagai bentuk kepasrahan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Artikel ini menyajikan tulisan Arab lengkap (dengan harakat dan tanpa harakat/gundul untuk copy paste), arti per kata, dalil dari Al-Qur'an, transliterasi latin, hingga kapan kalimat ini tepat diucapkan.
1. Tulisan Arab Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
Inilah tulisan arab Inalillahi Wainailaihi Roji'un yang benar :
اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Sedangkan tulisan Innalillahi Wainnailaihi Rojiun arab gundul tanpa harakat sebagai berikut :
انا لله وانا اليه راجعون
Penjabaran mengenai cara menulis arab Innalillahi Wainnailaihi Rojiun dalam bahasa arab adalah sebagai berikut :
- اِنَّا Inna merupakan 'amil nawashib dimana amalnya adalah menashobkan isim dan merofa'kan khobar. Isimnya inna berupa dhomir na.
- لِلّٰهِ Lillahi merupakan jar majruj dimana lafadz jalalah Allah dijarkan oleh huruf jar lam
- وَاِنَّآ wau huruf athof Inna merupakan 'amil nawashib dimana amalnya adalah menashobkan isim dan merofa'kan khobar. Isimnya inna berupa dhomir na
- اِلَيْهِ Ilaihi merupakan jar majrur dimana terdapat dhomir muttasil mahal jar yaitu هِ yang dijarkan oleh huruf jar ila.
- رٰجِعُوْنَۗ raji'un merupakan jamak mudzakar salim berkedudukan sebagai khobarnya inna. Khobarnya inna harus dibaca rofa, maka ketika tingkah rofa' jamak mudzakar salim dialamati dengan wawu.
Berikut tulisan Arab lengkap kalimat istirja' ini, tersedia dalam dua versi: dengan harakat (untuk yang ingin membaca dengan tajwid yang benar) dan tanpa harakat/gundul (untuk copy paste ke status, caption, atau ucapan belasungkawa).
Dengan Harakat
Tanpa Harakat (Arab Gundul)
Versi gundul ini yang paling banyak dicari untuk keperluan copy-paste karena lebih mudah ditempel di berbagai platform tanpa masalah rendering harakat.
2.Inalillahi Wainailaihi Rojiun Artinya
Secara utuh, kalimat ini bermakna "Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali". Berikut rincian arti per kata (mufradat) agar lebih mudah dipahami:
| Kata Arab | Latin | Arti |
|---|---|---|
| إِنَّا | innaa | sesungguhnya kami |
| لِلَّهِ | lillaahi | milik Allah |
| وَإِنَّا | wa innaa | dan sesungguhnya kami |
| إِلَيْهِ | ilaihi | kepada-Nya |
| رَاجِعُونَ | raaji'uun | kembali (orang-orang yang kembali) |
Makna kalimat ini mengandung dua pengakuan sekaligus: pertama, bahwa manusia dan segala miliknya sepenuhnya adalah kepunyaan Allah (bukan kepemilikan mutlak manusia); kedua, bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah. Karena itu kalimat ini disebut juga sebagai kalimat istirja' (ungkapan kembali/pasrah kepada Allah).
3. Dalil dalam Al-Qur'an
Kalimat istirja' ini bersumber langsung dari Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat 156:
Artinya kurang lebih:(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).
Ayat ini masih ada kaitannya dengan surat Al Baqarah ayat 155 :
Artinya kurang lebih: Allah akan menguji hamba-Nya dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Allah memberi kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, yaitu mereka yang ketika ditimpa musibah, mengucapkan kalimat istirja' ini
Pada ayat berikutnya (QS. Al-Baqarah:157), Allah menjanjikan keberkahan, rahmat, dan petunjuk bagi orang-orang yang bersabar dengan mengucapkan kalimat ini ketika tertimpa musibah.
4. Tulisan Latin (Transliterasi)
Karena diucapkan lisan ke lisan secara luas, kalimat ini punya banyak variasi ejaan latin di masyarakat. Berikut variasi yang umum ditemukan dan penulisan yang lebih mendekati kaidah transliterasi:
| Variasi Umum | Transliterasi Lebih Baku |
|---|---|
| Inalillahi wainailaihi rojiun | Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn |
| Innalillahi wa inna ilaihi rojiun | Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn |
| Innalillahi wainnailaihi rojiun | Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn |
Perbedaan ejaan seperti "inalillahi" vs "innalillahi" atau "rojiun" vs "raji'un" umumnya hanya soal gaya penulisan fonetik dalam huruf latin, bukan perbedaan makna atau bacaan Arabnya — karena tulisan Arab aslinya tetap sama persis.
5. Kapan Kalimat Ini Diucapkan?
Kalimat istirja' diucapkan ketika seorang muslim tertimpa musibah — bentuknya bisa bermacam-macam, tidak hanya kematian:
- Mendengar kabar duka atau kematian kerabat, teman, maupun tokoh publik
- Mengalami kehilangan harta benda (kecelakaan, kehilangan barang, kerugian usaha)
- Ditimpa musibah fisik seperti sakit, cedera, atau bencana
- Menghadapi kesulitan maupun kegagalan dalam hidup
Mengucapkannya bukan sekadar ucapan formalitas, melainkan bentuk pengakuan hati bahwa segala yang dimiliki manusia — termasuk nyawa — adalah titipan dan milik Allah semata, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
6. FAQ
7. Kesimpulan
Inalillahi wainailaihi rojiun adalah kalimat istirja' yang bersumber dari Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 155-156, diucapkan umat Islam sebagai bentuk kepasrahan dan kesabaran ketika tertimpa musibah — baik musibah kematian, kehilangan, maupun kesulitan hidup lainnya. Memahami arti, tulisan Arab yang benar (baik berharakat maupun gundul), serta konteks kapan kalimat ini diucapkan akan membantu mengamalkannya dengan lebih bermakna, bukan sekadar ucapan formalitas semata.