Pengertian, hukum bacaan, syarat, dan perbedaannya dengan jenis mad lazim lain — lengkap dengan rujukan kitab tajwid klasik.
Mad lazim mutsaqqal kilmi adalah hukum bacaan yang terjadi ketika huruf mad thobi'i (ا، و، ي) bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata.
Panjang bacaannya adalah 6 harakat (3 alif), dibaca tegas dan berat, berlaku baik saat washal maupun waqaf. Contoh: وَلَا الضَّآلِّينَ (QS. Al-Fatihah: 7).
Pengertian Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Secara bahasa, mad lazim mutsaqqal kilmi tersusun dari empat kata: mad (panjang), lazim (pasti/wajib), mutsaqqal (diberatkan), dan kilmi (dalam satu kata). Disebut kilmi karena huruf mad dan huruf bertasydid berada dalam satu kata yang sama, dan disebut mutsaqqal karena bacaannya terasa berat akibat adanya tasydid yang menyatu dengan dengungnya.
Ulama tajwid menjelaskan bahwa mad ini dinamakan lazim karena panjangnya bersifat pasti baik ketika washal maupun waqaf, dan dinamakan mutsaqqal karena beratnya pengucapan akibat tasydid yang menyertainya — sebagaimana diterangkan dalam kitab-kitab tajwid seperti Hidayatul Mustafid dan Ghayatul Murid.
Secara istilah, mad lazim mutsaqqal kilmi terjadi apabila mad thobi'i bertemu dengan huruf yang berharakat tasydid dalam satu kata yang sama, sehingga bacaan wajib dipanjangkan sebelum masuk ke huruf bertasydid tersebut.
Kedudukan dalam Mad Far'i
Mad lazim mutsaqqal kilmi merupakan salah satu cabang dari mad far'i — yaitu mad yang panjangnya melebihi mad thobi'i karena sebab tertentu (bertemu hamzah, sukun, atau tasydid). Dalam kelompok mad lazim sendiri, mad ini berdampingan dengan tiga saudaranya: mad lazim mukhaffaf kilmi, mad lazim mutsaqqal harfi, dan mad lazim mukhaffaf harfi.
Untuk memahami peta lengkap seluruh cabang mad far'i beserta pembagiannya, silakan pelajari lebih dulu pilar Mad Far'i sebagai pintu masuk sebelum mendalami setiap cabangnya secara khusus.
Syarat Terjadinya
Mad lazim mutsaqqal kilmi terjadi apabila memenuhi dua syarat sekaligus:
- Ada huruf mad thobi'i (ا، و، ي) yang berharakat sesuai kaidah mad asli.
- Huruf mad tersebut bertemu langsung dengan huruf berharakat tasydid.
- Keduanya berada dalam satu kata yang sama — bukan dua kata yang terpisah.
Jika huruf mad dan huruf bertasydid berada di kata yang berbeda, maka bacaan tersebut tidak termasuk mad lazim mutsaqqal kilmi, melainkan hukum bacaan lain.
Cara Membaca dan Panjang Bacaan
Panjang bacaan mad lazim mutsaqqal kilmi adalah 6 harakat atau 3 alif, dibaca dengan tegas dan sedikit ditekan karena mengandung tasydid. Ketentuan ini berlaku konsisten baik saat bacaan disambung (washal) maupun saat berhenti (waqaf).
وَلَا الضَّآلِّينَ
wa laḍ-ḍāllīn
Dibaca panjang 6 harakat pada ضَّآلّ karena mad thobi'i bertemu lam bertasydid dalam satu kata.
Perbandingan dengan Jenis Mad Lazim Lain
Agar tidak tertukar, berikut perbandingan singkat keempat cabang mad lazim. Pembahasan mendalam masing-masing jenis di luar mutsaqqal kilmi akan dibahas pada artikel terpisah agar tidak tumpang tindih.
| Jenis | Sebab | Panjang | Contoh |
|---|---|---|---|
| Mutsaqqal Kilmi | Mad bertemu tasydid, 1 kata | 6 harakat | وَلَا الضَّآلِّينَ |
| Mukhaffaf Kilmi | Mad bertemu sukun asli (tanpa tasydid), 1 kata | 6 harakat | آلْـٰٔنَ |
| Mutsaqqal Harfi | Huruf muqatta'ah mengandung mad + diidghamkan (bertasydid) | 6 harakat | الٓمّٓ |
| Mukhaffaf Harfi | Huruf muqatta'ah mengandung mad tanpa idgham | 6 harakat | صٓ |
Catatan: mad lazim mukhaffaf kilmi hanya ditemukan pada satu bentuk kata dalam Al-Qur'an, yaitu آلْـٰٔنَ (QS. Yunus: 51 dan 91).
Beda dengan Mad Thobi'i
Banyak pemula tertukar antara mad lazim mutsaqqal kilmi dengan mad thobi'i, padahal keduanya berbeda jauh dari segi panjang dan sebab. Mad thobi'i adalah mad asli tanpa sebab tambahan apa pun, panjangnya hanya 2 harakat. Sedangkan mad lazim mutsaqqal kilmi justru "lahir" dari mad thobi'i yang bertemu tasydid, sehingga panjangnya melonjak menjadi 6 harakat.
Pembahasan lengkap tentang mad asli ini — termasuk syarat huruf dan seluruh variasi bacaannya — bisa dipelajari di artikel Mad Thobi'i.
Kaitan dengan Fawatihus Suwar
Mad lazim mutsaqqal kilmi kerap disandingkan dengan pembahasan fawatihus suwar (huruf-huruf pembuka surat) karena keduanya sama-sama melibatkan mad lazim harfi. Namun penting dibedakan: mad lazim mutsaqqal kilmi terjadi di dalam sebuah kata biasa, sedangkan mad lazim harfi yang muncul pada fawatihus suwar terjadi pada huruf-huruf muqatta'ah pembuka surat seperti الٓمّٓ atau كٓهٰيٓعٓصٓ.
Untuk memahami makna, jenis, dan hukum bacaan huruf-huruf pembuka surat secara utuh, silakan baca artikel Fawatihus Suwar.
Contoh dalam Al-Qur'an
Berikut beberapa contoh mad lazim mutsaqqal kilmi yang paling sering dijumpai:
وَلَا الضَّآلِّينَ
wa laḍ-ḍāllīn
QS. Al-Fatihah: 7
Sebab: mad thobi'i pada huruf dhad bertemu lam bertasydid dalam kata yang sama.
مِنْ دَآبَّةٍ
min dābbah
QS. Al-Baqarah: 164
Sebab: mad thobi'i bertemu ba' bertasydid dalam kata دَآبَّةٍ.
الْحَآقَّةُ
al-ḥāqqah
QS. Al-Haqqah: 1–2
Sebab: mad thobi'i bertemu qaf bertasydid dalam kata الْحَآقَّةُ.
Ingin daftar contoh yang lebih lengkap? Kami sudah menyiapkan dua artikel khusus:
Lihat 20+ Contoh Lengkap Se-Al-Qur'an →Lihat Contoh Khusus Juz 30 →
Sudah paham teorinya? Saatnya uji pemahaman Anda.
Kerjakan Latihan Soal Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi →Pertanyaan Seputar Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Apa beda mad lazim mutsaqqal kilmi dan mukhaffaf kilmi?
Jawaban: Perbedaannya ada pada sebab. Mutsaqqal kilmi terjadi karena mad bertemu huruf bertasydid, sedangkan mukhaffaf kilmi terjadi karena mad bertemu huruf sukun asli tanpa tasydid. Keduanya sama-sama dibaca 6 harakat, tapi mukhaffaf kilmi hanya ditemukan pada kata آلْـٰٔنَ.
Kenapa disebut "kilmi"?
Jawaban: Karena huruf mad dan huruf bertasydid berada dalam satu kilmi (kata) yang sama, berbeda dengan mad lazim harfi yang terjadi pada huruf-huruf muqatta'ah pembuka surat.
Berapa harakat panjang mad lazim mutsaqqal kilmi?
Jawaban: Panjangnya 6 harakat atau setara 3 alif, dan berlaku tetap baik saat washal maupun waqaf.
Apakah mad lazim mutsaqqal kilmi sama dengan mad lazim harfi pada fawatihus suwar?
Jawaban: Tidak sama. Mutsaqqal kilmi terjadi dalam kata biasa, sedangkan mad lazim harfi terjadi pada huruf-huruf pembuka surat (fawatihus suwar) seperti alif lam mim. Keduanya sama-sama 6 harakat, tapi konteks kemunculannya berbeda.
Apakah boleh memendekkan bacaan mad lazim mutsaqqal kilmi?
Jawaban: Tidak boleh. Karena termasuk mad lazim, panjangnya bersifat pasti (6 harakat) dan tidak boleh dipendekkan atau dilebihkan, baik dalam bacaan tartil maupun cepat.
Sumber Referensi
- Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid
- Ghayatul Murid fi 'Ilmit Tajwid
- Tuhfatul Athfal wal Ghilman
- Matan al-Jazariyyah