Tasrif Bab 2 Tsulatsi Mujarrad Fa'ala Yaf'ilu

Tasrif Bab 2 tsulatsi mujarrad adalah pola fi'il tiga huruf asli yang madhi-nya berwazan فَعَلَ (ain fi'il fathah) dan mudhari-nya berwazan يَفْعِلُ (ain fi'il kasrah). Contoh: ضَرَبَ – يَضْرِبُ (memukul) dan جَلَسَ – يَجْلِسُ (duduk). Pola ini ditulis singkat sebagai fa'ala yaf'ilu.

Setelah bab 1 yang bermudhari dhammah, bab 2 adalah bab yang mudharinya berharakat kasrah. Banyak sekali kata kerja penting berada di sini, mulai dari ضَرَبَ yang menjadi contoh klasik di pesantren, hingga بَاعَ (menjual), سَارَ (berjalan), dan رَمَى (melempar).

Bab 2 punya satu keistimewaan yang tidak ditemukan di bab 1: fi'il mitsal yang berawal waw seperti وَعَدَ kehilangan waw-nya pada mudhari. Artikel ini fokus pada pola bab 2 dan keistimewaan itu. Untuk tasrif lengkap satu kata atau tabel 14 dhamir, kami arahkan ke artikel khususnya agar tidak ada materi yang diulang.

Pengertian dan Ciri Bab 2

Fi'il tsulatsi mujarrad dibagi enam bab menurut harakat 'ain fi'il pada madhi dan mudhari. Bab 2 memiliki ciri sebagai berikut:

CiriBab 2
Wazanفَعَلَ – يَفْعِلُ
'Ain fi'il pada madhiFathah (ضَرَبَ)
'Ain fi'il pada mudhariKasrah (يَضْرِبُ)
Bentuk amrاِفْعِلْ (hamzah washal dibaca kasrah)
Bentuk isim fa'il dan maf'ulفَاعِلٌ – مَفْعُولٌ
Isim zaman/makanمَفْعِلٌ (kasrah di 'ain)
Jenis fi'ilBisa muta'addi (ضَرَبَ) maupun lazim (جَلَسَ)

Seperti bab lainnya, bab 2 ditentukan oleh pasangan madhi dan mudhari. Madhi فَعَلَ saja tidak cukup, karena bab 1 dan 3 juga memakainya.

15 Contoh Fi'il Bab 2

MadhiMudhariArti
ضَرَبَيَضْرِبُmemukul
جَلَسَيَجْلِسُduduk
نَزَلَيَنْزِلُturun
حَمَلَيَحْمِلُmembawa
غَسَلَيَغْسِلُmencuci
رَجَعَيَرْجِعُkembali
وَصَلَيَصِلُsampai, menyambung
وَعَدَيَعِدُberjanji
وَقَفَيَقِفُberdiri, berhenti
بَاعَيَبِيعُmenjual
سَارَيَسِيرُberjalan
عَاشَيَعِيشُhidup
رَمَىيَرْمِيmelempar
بَنَىيَبْنِيmembangun
فَرَّيَفِرُّmelarikan diri

Daftar ini sengaja ringkas. Tasrif lengkap tiap kata, dari 14 dhamir hingga bentuk istilahi, ada di cluster kata, misalnya Tasrif Dharaba (Doroba).

Cetakan Bentuk Turunan Bab 2

Setelah bab diketahui, bentuk-bentuk turunannya mengikuti cetakan yang tetap. Tabel berikut menunjukkan cetakan bab 2 dengan tiga kata sebagai bukti: ضَرَبَ dan حَمَلَ (muta'addi), serta جَلَسَ (lazim).

BentukCetakan Bab 2ضَرَبَحَمَلَجَلَسَ
Madhiفَعَلَضَرَبَحَمَلَجَلَسَ
Mudhariيَفْعِلُيَضْرِبُيَحْمِلُيَجْلِسُ
MasdarSima'i (tidak baku)ضَرْبٌحَمْلٌجُلُوسٌ
Isim fa'ilفَاعِلٌضَارِبٌحَامِلٌجَالِسٌ
Isim maf'ulمَفْعُولٌمَضْرُوبٌمَحْمُولٌمَجْلُوسٌ فِيهِ
Amrاِفْعِلْاِضْرِبْاِحْمِلْاِجْلِسْ
Nahiلَا تَفْعِلْلَا تَضْرِبْلَا تَحْمِلْلَا تَجْلِسْ
Isim zaman/makanمَفْعِلٌمَضْرِبٌمَحْمِلٌمَجْلِسٌ

Dua catatan. Pertama, fi'il lazim seperti جَلَسَ tidak punya isim maf'ul yang berdiri sendiri; ia hanya muncul bersama jar-majrur (مَجْلُوسٌ فِيهِ). Kedua, perhatikan bahwa isim zaman/makan bab 2 selalu berharakat kasrah di 'ain, tidak seperti bab 1 yang fathah. Isim alat dan sepuluh bentuk istilahi lengkap dibahas di Tasrif Istilahi.

Masdar Bab 2 Tidak Baku (Sima'i)

Sama seperti bab 1, masdar fi'il tsulatsi mujarrad bab 2 tidak punya rumus baku. Ia ditentukan oleh pemakaian orang Arab (sima'i), sehingga harus dihafal bersama fi'ilnya. Pola-pola yang paling sering muncul:

Pola MasdarContoh pada Bab 2
فَعْلٌضَرْبٌ، حَمْلٌ، غَسْلٌ، بَيْعٌ، سَيْرٌ، رَمْيٌ
فُعُولٌجُلُوسٌ، نُزُولٌ، رُجُوعٌ، وُصُولٌ، وُقُوفٌ
فِعَالٌفِرَارٌ، بِنَاءٌ
عِلَةٌ (waw gugur, tambah ta' marbuthah)عِدَةٌ، صِلَةٌ، زِنَةٌ

Baris terakhir adalah ciri khas fi'il mitsal bab 2. Fi'il وَعَدَ punya dua masdar: وَعْدٌ yang masih membawa waw, dan عِدَةٌ yang waw-nya gugur. Untuk pembahasan masdar secara umum, baca Masdar.

Bab 2 pada Fi'il Mitsal, Ajwaf, Naqish, dan Mudha'af

Pola فَعَلَ – يَفْعِلُ berlaku pada banyak jenis fi'il, dan bentuknya menyesuaikan kaidah masing-masing:

JenisMadhiMudhariMasdarFa'ilMaf'ulAmr
Shahih salimضَرَبَيَضْرِبُضَرْبٌضَارِبٌمَضْرُوبٌاِضْرِبْ
Mitsal wawiوَعَدَيَعِدُوَعْدٌ / عِدَةٌوَاعِدٌمَوْعُودٌعِدْ
Ajwaf ya'iبَاعَيَبِيعُبَيْعٌبَائِعٌمَبِيعٌبِعْ
Naqish ya'iرَمَىيَرْمِيرَمْيٌرَامٍمَرْمِيٌّاِرْمِ
Mudha'af lazimفَرَّيَفِرُّفِرَارٌفَارٌّ—فِرَّ / اِفْرِرْ

Beberapa hal penting dari tabel ini:

  • Mitsal wawi: waw gugur. Pada وَعَدَ – يَعِدُ, waw fa' fi'il gugur dalam mudhari karena berada di antara ya' mudhari yang fathah dan 'ain yang kasrah. Gugurnya waw ini ikut terbawa ke amr (عِدْ) dan masdar tertentu (عِدَةٌ). Contoh serupa: وَصَلَ ← يَصِلُ ← صِلْ dan وَقَفَ ← يَقِفُ ← قِفْ. Namun pada isim fa'il dan maf'ul, waw tetap tampak (وَاعِدٌ، مَوْعُودٌ).
  • Ajwaf ya'i: alif madhi berasal dari ya' (بَاعَ، سَارَ، عَاشَ), sehingga mudharinya يَبِيعُ، يَسِيرُ، يَعِيشُ. Saat bertemu ta' fa'il, harakat fa' fi'il menjadi kasrah: بِعْتُ، سِرْتُ. Amr membuang huruf illat: بِعْ، سِرْ، عِشْ.
  • Naqish ya'i: mudharinya berakhir ya' (يَرْمِي، يَبْنِي، يَمْشِي), dan amr membuang ya' tersebut: اِرْمِ، اِبْنِ، اِمْشِ. Isim fa'ilnya berbentuk manqus (رَامٍ، بَانٍ).
  • Mudha'af lazim: kecenderungan umumnya, mudha'af yang lazim memakai يَفْعِلُ seperti فَرَّ – يَفِرُّ, sedangkan yang muta'addi memakai يَفْعُلُ (bab 1). Ada pengecualian, misalnya مَرَّ – يَمُرُّ yang lazim tetapi masuk bab 1.
  • Ajwaf mahmuz: جَاءَ – يَجِيءُ juga bab 2, dengan amr جِئْ.

Pembagian fi'il dari sisi huruf ini dibahas per jenis di artikel tersendiri: Fi'il Mitsal, Fi'il Ajwaf, dan Fi'il Naqish. Tasrif madhi masing-masing ada di Tasrif Fiil Madhi.

Isim Zaman dan Makan Bab 2: Wazan Maf'il

Kaidah isim zaman dan makan sederhana: bila 'ain mudhari berharakat kasrah, wazannya مَفْعِلٌ; bila dhammah atau fathah, wazannya مَفْعَلٌ. Karena mudhari bab 2 selalu kasrah, isim zaman/makannya selalu مَفْعِلٌ.

Fi'ilIsim Zaman/MakanArti
جَلَسَ – يَجْلِسُمَجْلِسٌtempat duduk, majelis
نَزَلَ – يَنْزِلُمَنْزِلٌtempat singgah, rumah
رَجَعَ – يَرْجِعُمَرْجِعٌtempat/waktu kembali, rujukan
وَعَدَ – يَعِدُمَوْعِدٌtempat/waktu janji
وَقَفَ – يَقِفُمَوْقِفٌtempat berhenti, sikap
ضَرَبَ – يَضْرِبُمَضْرِبٌtempat memukul

Perhatikan bahwa pada fi'il mitsal, waw yang gugur di mudhari muncul kembali pada isim makan: مَوْعِدٌ dan مَوْقِفٌ. Beberapa kata Indonesia berasal dari pola ini, misalnya majelis dari مَجْلِسٌ dan mauizah dari مَوْعِظَةٌ (turunan وَعَظَ – يَعِظُ).

Bab 2 Dibandingkan Bab 1, 3, dan 6

Bab 2 berbagi madhi dengan bab 1 dan 3, serta berbagi mudhari dengan bab 6:

BabWazanContohPersamaan dengan Bab 2Perbedaan
Bab 2فَعَلَ – يَفْعِلُضَرَبَ – يَضْرِبُ——
Bab 1فَعَلَ – يَفْعُلُكَتَبَ – يَكْتُبُMadhi sama (fathah)'Ain mudhari dhammah
Bab 3فَعَلَ – يَفْعَلُفَتَحَ – يَفْتَحُMadhi sama (fathah)'Ain mudhari fathah
Bab 6فَعِلَ – يَفْعِلُحَسِبَ – يَحْسِبُMudhari sama (kasrah)'Ain madhi kasrah

Artinya, tasrif madhi bab 1, 2, dan 3 persis sama, sebagaimana dijelaskan di Tasrif Fiil Madhi. Perbedaan bab 2 baru terlihat pada Tasrif Fiil Mudhari dan Tasrif Fiil Amar.

Cara Menentukan Sebuah Fi'il Termasuk Bab 2

Penentuan bab pada dasarnya sima'i, tetapi empat langkah ini mempersempit kemungkinan:

  1. Cek madhi. Jika 'ain madhi kasrah (حَسِبَ), itu bab 4 atau 6, bukan bab 2. Jika dhammah (كَرُمَ), itu bab 5.
  2. Cek mudhari. Jika madhi fathah, lihat 'ain mudhari: kasrah berarti bab 2, dhammah bab 1, fathah bab 3.
  3. Jangan terkecoh huruf halq. Fi'il yang 'ain atau lam-nya huruf halq cenderung bab 3, tetapi ada yang tetap bab 2, misalnya رَجَعَ – يَرْجِعُ dan نَزَعَ – يَنْزِعُ.
  4. Gunakan petunjuk jenis fi'il. Mitsal wawi (وَعَدَ، وَصَلَ، وَجَدَ), ajwaf ya'i (بَاعَ، سَارَ), dan naqish ya'i (رَمَى، بَنَى) umumnya bab 2.

Kamus Arab-Indonesia dan kamus klasik mencantumkan harakat mudhari tepat setelah madhi, sehingga bab bisa dipastikan langsung. Langkah-langkah ini juga dibahas di pilar Fi'il Tsulatsi Mujarrad.

Contoh Bab 2 dalam Al-Qur'an

Contoh 1 · Mudhari shahih
وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(QS. Ibrahim: 25) "Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan untuk manusia agar mereka ingat." يَضْرِبُ adalah mudhari bab 2 dengan 'ain kasrah.

Contoh 2 · Mitsal, waw gugur di mudhari
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ

(QS. Al-Baqarah: 268) "Setan menjanjikan kalian kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat keji." يَعِدُ berasal dari وَعَدَ; waw-nya gugur.

Contoh 3 · Amr mitsal
وَقِفُوهُمْ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ

(QS. Ash-Shaffat: 24) "Tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan ditanya." قِفُوا adalah amr dari وَقَفَ – يَقِفُ; waw gugur seperti pada mudhari.

Contoh 4 · Amr ajwaf ya'i
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انظُرُوا

(QS. Al-An'am: 11) "Katakanlah: Berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah." سِيرُوا adalah amr dari سَارَ – يَسِيرُ.

Contoh 5 · Naqish ya'i
وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ

(QS. Al-Anfal: 17) "Dan bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah-lah yang melempar." Ya' akhir fi'il رَمَى tampak kembali saat bertemu ta' fa'il (رَمَيْتَ), sedangkan bentuk رَمَى ditulis dengan alif maqshurah.

Contoh 6 · Amr mudha'af
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

(QS. Adz-Dzariyat: 50) "Maka segeralah kembali kepada Allah." فِرُّوا adalah amr dari فَرَّ – يَفِرُّ, dengan dua huruf ra' yang menyatu bertasydid.

Contoh 7 · Isim makan
إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا

(QS. Al-Mujadilah: 11) "Apabila dikatakan kepada kalian: Berlapang-lapanglah dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah." الْمَجَالِسِ adalah jamak dari مَجْلِسٌ, isim makan bab 2 dari جَلَسَ – يَجْلِسُ.

Dibahas di Mana: Peta Anti Tumpang Tindih

Agar tidak membaca materi yang sama berulang, berikut pembagian tugas antar artikel dalam seri tasrif:

Yang Ingin Anda PelajariBaca di
Pola bab 2 (artikel ini): ciri, cetakan, masdar sima'i, mitsal yang waw-nya gugur, isim makan maf'il, beda dengan bab lainArtikel ini
Gambaran keenam bab sekaligus dan cara memilih babFi'il Tsulatsi Mujarrad
Tasrif lengkap satu kata (14 dhamir, semua bentuk), contoh klasik ضَرَبَTasrif Dharaba (Doroba)
Tasrif lengkap kata lain bab 2Cluster kata lainnya
Tabel madhi 14 dhamirTasrif Fiil Madhi
Tabel mudhari 14 dhamirTasrif Fiil Mudhari
Tabel amr 6 dhamirTasrif Fiil Amar
Beda tasrif lughawi dan istilahiTasrif Lughawi dan Tasrif Istilahi
Bab sebelum dan sesudahnyaBab 1 · Bab 3 · Bab 4 · Bab 5 · Bab 6
Fi'il muta'addi dan lazimFi'il Muta'addi dan Lazim

Langkah berikutnya: lihat penerapan pola bab 2 pada satu kata utuh di Tasrif Dharaba (Doroba), lalu lanjutkan ke Tsulatsi Mujarrad Bab 3 (Fa'ala-Yaf'alu).

FAQ Seputar Bab 2

Apa yang dimaksud dengan tsulatsi mujarrad bab 2?

Bab 2 adalah salah satu dari enam bab fi'il tiga huruf asli, dengan madhi berwazan فَعَلَ dan mudhari berwazan يَفْعِلُ. Contohnya ضَرَبَ – يَضْرِبُ dan جَلَسَ – يَجْلِسُ.

Apakah dharaba termasuk bab 2?

Ya. ضَرَبَ berpasangan dengan mudhari يَضْرِبُ ('ain kasrah), sehingga berwazan فَعَلَ – يَفْعِلُ. Tasrif lengkapnya dibahas di artikel Tasrif Dharaba.

Apa beda bab 2 dengan bab 1 dan bab 3?

Ketiganya memiliki madhi yang sama, yaitu فَعَلَ. Pembedanya hanya harakat 'ain mudhari: kasrah untuk bab 2 (يَضْرِبُ), dhammah untuk bab 1 (يَكْتُبُ), dan fathah untuk bab 3 (يَفْتَحُ).

Mengapa waw pada waada hilang di yaidu?

Pada fi'il mitsal wawi bab 2, waw fa' fi'il gugur dalam mudhari karena berada di antara ya' mudhari yang fathah dan 'ain yang kasrah. Gugurnya waw ikut terbawa ke amr (عِدْ) dan masdar tertentu (عِدَةٌ), tetapi tidak pada isim fa'il (وَاعِدٌ) dan isim maf'ul (مَوْعُودٌ).

Apakah masdar bab 2 punya pola baku?

Tidak. Masdar fi'il tsulatsi mujarrad bersifat sima'i dan bisa berbentuk فَعْلٌ، فُعُولٌ، فِعَالٌ, atau عِلَةٌ pada mitsal, sehingga harus dihafal bersama fi'ilnya.

Apa wazan isim zaman dan makan untuk bab 2?

Selalu مَفْعِلٌ (kasrah di 'ain), karena mudhari bab 2 berharakat kasrah. Contohnya مَجْلِسٌ، مَنْزِلٌ، مَرْجِعٌ، مَوْعِدٌ.

Bagaimana bentuk amr fi'il bab 2?

Berwazan اِفْعِلْ, hamzah washal dibaca kasrah mengikuti 'ain mudhari, seperti اِضْرِبْ dan اِجْلِسْ. Fi'il mitsal membuang waw (عِدْ، قِفْ), ajwaf membuang huruf illat (بِعْ، سِرْ), dan naqish membuang ya' akhir (اِرْمِ).

Kesimpulan

Bab 2 tsulatsi mujarrad adalah pola فَعَلَ – يَفْعِلُ: madhi fathah, mudhari kasrah. Ia mencakup fi'il muta'addi dan lazim, serta banyak fi'il mu'tal, terutama mitsal wawi yang waw-nya gugur di mudhari, ajwaf ya'i, dan naqish ya'i. Isim zaman/makannya selalu berwazan مَفْعِلٌ, sedangkan masdarnya bersifat sima'i. Untuk membedakannya dari bab 1, 3, dan 6, selalu periksa pasangan madhi dan mudhari, bukan salah satunya.

Setelah menguasai pola ini, terapkan pada kata nyata lewat Tasrif Dharaba, lalu pelajari pola bab berikutnya mulai dari Bab 3.

Referensi: Muhammad Ma'shum bin 'Ali, Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah (pembagian tasrif istilahi pada bab 1 sampai bab 6 tsulatsi mujarrad) · Mustafa Al-Ghalayini, Jami'ud Durus Al-'Arabiyah, Al-Maktabah Al-'Ashriyyah, Sidon-Beirut.

Posting Komentar