Sejarah Singkat Imam Syafi’i Lengkap


Tahukah anda bahwa mayoritas Muslim di Indonesia bermadzhab Syafii ? Mengapa tidak bermadzhab yang lain

sejarah singkat imam syafi'i lengkap
makam imam syafii

Dalam hal fiqih kita diwajibkan untuk mengikuti salah satu dari 4 (empat) madzhab yaitu madzhab Abu Hanifah, madzhab Maliki, Madzhab Hambali dan Madzhab Syafii.

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang Sejarah Singkat Imam Syafii Lengkap yang saya rangkum dari Sejarah dan keagungan Madzhab syafii karya KH Sirajuddin Abbas.

Nama Lengkap Imam Syafii

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Muhammad bin Idris. Beliau mendapat gelar (laqob) Abu Abdillah. Kebiasaan orang arab jika menuliskan nama diawali dengan gelar sehingga berbunyi Abu Abdillah Muhammad bin Idris.

Silsilah Imam syafii dari pihak bapak adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin saib bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Mutthalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Jika kita mengetahui nasab Rasulullah SAW tentunya kita tahu bahwa Imam Syafii dan Nabi Muhammad bertemu di Abdiu Manaf bin Qushaiy.

Gelar imam syafii diambil dari nenek moyang yang ke 4 (empat) yaitu Syafi’ bin Saib
Sedangkan silsilah imam syafii dari pihak ibu adalah Fatimah binti Abdullah bin Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Imam syafi’I lahir di ghaza bagian selatan dari Negara palestina pada tahun 150 H. ada ahli sejarah yang mengatakan beliau lahir di asqalan. Pendapat ini tidak salah karena gazza dulunya adalah daerah asqalan. Walaupun lahir imam syafii lahir di ghazza tetapi kampong halaman beliau berada di Makkah. 

Orang tua imam syafii datang ke gazza karena suatu keperluan, tidak lama setelah itu beliau lahir disana.Pada saat masih kecil ayah imam syafii meninggal di ghazza sehingga beliau menjadi anak yatim yang hanya dibesarkan oleh ibunya.

Peristiwa besar sekitar kelahiran imam syafii

Catatan sejarah mengatakan bahwa ada 2 peristiwa besar mengiringi kelahiran imam syafii

1.    Ketika imam syafii masih dalam kandungan, ibunya bermimpi bahwa sebuah bintang telah keluar dari perutnya dan terus naik membumbung tinggi, kemudian bintang itu pecah menjadi kepingan-kepingan yang menyinari daerah sekitarnya (sekelilingnya).

Ahli tafsir mimpi menta’birkan bahwa ibu imam syafii akan melahirkan anak yang ilmunya meliputi seluruh dunia. Sekarang menjadi kenyataan bahwa ilmu imam syafii memang meliputi dunia, bukan hanya dikawasan tempat tinggalnya mekkah dan kawasan timur tengah tetapi ilmu beliau mencakup seluruh dunia bahkan daerah Indonesia sebagian besar bermadzhab syafii

2.    Pada saat imam syafii dilahirkan, telah meninggal 2 (dua) ulama’ besar yaitu Imam Abu Hanifah di Bahdad (irak) dan Imam abu djured al Makky (mufti hijaz pada waktu itu). 

Kata orang dalam ilmu firasat hal ini adalah suatu pertanda bahwa anak yang lahir ini akan menjadi pengganti yang telah meninggal (2 ulama’ besar) dalam hal ilmu dan kepintarannya. Dan firasat itu akhirnya terbukti dan menjadi kenyataan.

Guru Imam Syafii

Setelah imam syafii berusia 2 tahun, beliau dibawa pulang ke kampong halamannya oleh ibunya, yaitu kembali ke Makkah Al-Mukarramah. Beliau tinggal di Makkah sampai berusia 20 Tahun atau sampai tahun 170 H.

Pada usia 9 tahun Imam Syafii sudah berhasil menghafal Alquran bin Nadzar (hafal diluar kepala). Guru  imam syafii dalam membaca Alquran adalah Ismail bin Qusthanthain.
Tercatat dalam sejarah seperti yang diceritakan Mush’ab bin Abdillah Azzabiri sebagaimana termaktub dalam kitab Al Majmu’ bahwa pada masa mudanya imam syafii hanya tertarik pada syair, puisi dan sajak bahasa arab, tetapi kemudian beliau terjun mempelajari ilmu hadits dan ilmu fiqih 

Guru pertama imam syafii dalam belajar Fiqih adalah Muslim bin Khalid Az Zandji dan guru pertama Imam Syafii dalam mempelajari ilmu hadits adalah Sofyan bin ‘Uwaniyah. Singkatnya Imam Syafii ketika di Makkah mempelajari ilmu fiqih, ilmu hadits, ilmu ushul Fiqih, Ilmu Musthalah Hadits, Ilmu tafsir dan ilmu tajwid.

Pada Usia 10 Tahun imam Syafii sudah menghafal kitab fiqih karya imam Malik yang bernama Al-Muwatha’. Ketika usia Imam Syafii telah mencapai 18 Tahun gurunya yang bernama Muslim bin Khalid Az Zandji memberikan izin kepadanya untuk mengajar di Masjidil Haram

Menuntut Ilmu kepada Imam Malik

Pada tahun ke 170 H atau ketika usia imam syafii mencapai 20 tahun, beliau meminta izin kepada gurunya Muslim bin Khalid Az Zandji untuk menuntut ilmu kepada Imam Malik yang berada di Madinah. Seperti yang sudah diketahui imam syafii sudah menghafal kitab Al-Muwatha’ karya imam malik ketika masih berusia 10 tahun, tetapi itu tidak menyurutkan keinginannya untuk belajar langsung kepada pengarangnya

Akhirnya setlah sampai dimadinah, imam syafii diantar oleh gubernur madinah untuk bertemu dengan Imam Malik. Singkat cerita akhirnya keduanya berkenalan dan imam malik meminta imam syafii untuk mendatanginya lagi esok hari dan menyuruh orang untuk membacakan Al-Muwatha’ kepadanya. Tetapi Imam syafi’I mengatakan bahwa beliau sudah menghafal kitab Al-Muwatha’ lalu Imam Malik pun meminta beliau membacakan dihadapannya.

Dimadinah Imam Syafii belajar dengan imam Malik selama 2 tahun. Setelah 2 tahun di madinah atau setelah usia beliau mencapai 22 tahun, beliau berangkat ke irak untuk menambah ilmu dalam soal kehidupan bangsa-bangsa dan menemui ulama’ ahli hadits dan ahli fiqih disan (irak dan iran).

Setelah 2 tahun mengembara ke Baghdad, Persia, Turki dan Palestina, Imam syafii kembali lagi ke Madinah berguru ke Imam malik kembali selama 5 tahun. Jika ditotal beliau berguru ke imam malik selama 7 tahun yaitu dari 170 H- 172 H dan 174 H- 179 H.

baca juga : Kisah Teladan Nabi Idris AS, Nabi yang Masih Hidup dan Tinggal di Surga

Kata kata Bijak Imam Syafii ( Nasehat Imam Syafii )

  • Tidaklah enak bagi orang yang berakal dan beradab untuk tinggal menetap di suatu tempat, oleh sebab itu tinggalkanlah tanah air dan mengembaralah
  • Musafirlah (bepergianlah), maka engkau akan menemukan pengganti dari sahabat-sahabat yang telah berpisah denganmu
  • Bekerja keraslah karena sesungguhnya kelezatan hidup itu ada pada kerja keras
  • Saya berpendapat : air kalau tetap di suatu tempat, maka akan busuk. Kalau air itu mengalir barulah akan bersih dan jika tidak mengalir maka akan menjadi kotor
  • Singa jika tidak keluar dari sarangnya maka ia tidak akan mendapat makan
  • Anak panah jika tidak meluncur dari busurnya, ia tidak akan mengenai
  • Matahari jika berada ditempat yang tetap (diam), maka seluruh manusia akan marah kepadanya
  • Tibir (bahan baku emas) adalah seperti tanah ketika ia masih terguling di tempatnya
  • Kayu harum ketika masih di pohon (dihutan) sama saja dengan kayu yang lain
  • Jika kayu harum keluar dari hutan, sulit sekali mendapatlannya begitu juga tibir jika keluar dari tempatnya pasti berharga seperti emas

Makam Imam Syafii

Setelah 6 tahun tinggal di mesir mengembangkan madzhabnya dengan lisan dan tulisan dan sesudah mengarang kitab Ar-Risalah (dalam ushul fiqih) dan banyak kitab lainnya, maka belioau meninggal dunia. 

Murid imam syafii yang bernama rabi’ bin sulaiman berkata Imam Syafi’I meninggal dunia setelah shalat maghrib Hari Kamis malam Jum’at pada akhir bulan Rajab. Beliau dimakamkan pada hari jumat.dan sore harinya beliau dimakamkan hilal bulan sya’ban terlihat.

Imam syafii wafat pada usia 54 tahun atau tepatnya pada tahun 204 H jika dalam tanggalan masehi bertepatan dengan 28 juni 819 M. Ketika itu Raja Mesir turut menshalati Jenazah beliau.
Semoga kita dapat mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari Sejarah singkat imam syafi’I lengkap. Dan semoga kita termasuk orang yang bermadzhab khususnya madzhab syafii

Santri Indonesia. Belajarlah Ilmu dan Ajarkanlah Kepada Manusia.

Post a Comment