Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Membaca, dan Pengecualiannya

Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Membaca, dan Pengecualiannya

Idgham bighunnah adalah salah satu dari 4 hukum bacaan nun mati dan tanwin, terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari 4 huruf tertentu di kata yang terpisah, lalu dibaca melebur disertai dengung. Artikel ini membahas pengertian, huruf, cara membaca yang benar, perbedaannya dengan idgham bilaghunnah, hingga pengecualiannya.

Infografis huruf idgham bighunnah yanmu dalam ilmu tajwid
4 huruf idgham bighunnah: ي ن م و (YANMU)

1. Pengertian Idgham Bighunnah

Asal Kata "Idgham" (Melebur) dan "Bighunnah" (Dengan Dengung)

Secara bahasa, idgham (إدغام) berarti "memasukkan/melebur", dan bighunnah (بغنة) berarti "dengan dengung". Jadi, idgham bighunnah maknanya adalah bertemunya huruf yang mati dengan huruf yang hidup sehingga kedua huruf tersebut seolah-olah seperti huruf satu yang bertasydid dan dibaca dengan mendengungg.

Definisi Menurut Ilmu Tajwid

Syaikh Muhammad Mahmud dalam kitab Hidayatul Mustafid mendefinisikan Idgham bighunnah sebagai

وأمّا إصطلاحا فهو إلتقاء حرف ساكن بمتحرك بحيث يصيران حرفا مشدّدا يرتفع اللسان عنده ارتفاعة

Yaitu bertemunya huruf yang mati dengan huruf yang hidup sehingga kedua huruf tersebut seolah-olah seperti huruf satu yang bertasydid dan dibaca dengan dengung.

Syaikh Sulaiman bin Husain Didalam Kitab Tuhfatul Athfal menyebutkan cara membaca idgham bighunnah adalah dengan berdengung dan huruf nya ada 4 yaitu terkumpul dalam lafadz yanmu. Sebagai mana disebutkan dalam baitnya :

قسم يدغما * فيه بغنّة بينمو علما

Yang pertama didengungkan (idgham bighunnah) untuk huruf yang dikenal terangkum dalam lafadz yanmu (ya, nun, mim, wawu).

Kedua definisi diatas menegaskan bahwa Idgham bighunnah adalah hukum bacaan yang terjadi ketika nun mati (نْ) atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ) bertemu salah satu dari 4 huruf tertentu ي ن م و — Disingkat "YANMU",di kata yang terpisah sehingga bunyi nun/tanwin dilebur ke huruf setelahnya dan dibaca dengan dengung (ghunnah).

Nama Lain — Idgham Ma'al Ghunnah

Idgham bighunnah juga dikenal dengan istilah idgham ma'al ghunnah, yang secara harfiah berarti "idgham disertai dengung" — merujuk pada hal yang sama persis.

2. Huruf-Huruf Idgham Bighunnah

4 Huruf (ي ن م و) — Disingkat "YANMU"

Ada 4 huruf yang menyebabkan terjadinya idgham bighunnah, sering dihafal dengan singkatan "YANMU" (dari kata يَنْمُوْ):

HurufNama
يYa
نNun
مMim
وWau

Kenapa Keempat Huruf Ini yang Dipilih

Keempat huruf ini dipilih karena memiliki kedekatan makhraj dan sifat dengan nun (khususnya sifat ghunnah/dengung yang juga dimiliki nun dan mim), sehingga secara alami memudahkan peleburan bunyi tanpa kehilangan ciri dengungnya.

3. Cara Membaca Idgham Bighunnah

Melebur Sempurna dengan Tasydid

Bunyi nun mati atau tanwin dimasukkan sepenuhnya ke huruf setelahnya, seolah-olah menjadi satu huruf yang bertasydid.

Dengung Ditahan 2 Harakat

Saat melebur, suara dengung (ghunnah) harus ditahan selama 2 harakat (setara 1 alif atau 1 ketukan jari) — tidak boleh lebih pendek maupun lebih panjang.

Kesalahan Umum

Kesalahan yang sering terjadi adalah menahan dengung terlalu pendek (sehingga terasa seperti izhar) atau terlalu panjang (melebihi 2 harakat), serta tidak melebur sempurna ke huruf setelahnya.

4. Pengecualian: Izhar Wajib

Perlu dicatat, idgham bighunnah hanya berlaku jika nun mati dan hurufnya berada di kata yang terpisah. Jika nun mati bertemu salah satu huruf ي ن م و dalam satu kata yang sama, hukumnya berubah total menjadi izhar wajib — dibaca jelas, bukan berdengung. Pengecualian ini hanya berlaku pada 4 kata dasar dalam Al-Qur'an.

Pembahasan lengkap tentang pengecualian ini tersedia di Izhar Wajib: Pengertian, Kata Penyebab, dan Cara Membacanya.

5. Perbedaan dengan Idgham Bilaghunnah

AspekIdgham BighunnahIdgham Bilaghunnah
Hurufي ن م ول ر
DengungAda, ditahan 2 harakatTidak ada
Cara bacaMelebur dengan dengungMelebur tegas tanpa dengung
Pembahasan lengkap Idgham Bilaghunnah dapat dipelajari di Idgham Bilaghunnah: Pengertian, Huruf, dan Contoh.

6. Contoh dan Lokasi Idgham Bighunnah

Contoh Singkat dalam Al-Qur'an

Beberapa contoh singkat: مَنْ يَقُولُ (nun mati bertemu ya), مِنْ نِعْمَةٍ (nun mati bertemu nun), مِنْ وَلِيٍّ (nun mati bertemu wau).

Kumpulan contoh lengkap dengan rujukan surat dan ayat dapat dipelajari di Contoh Idgham Bighunnah dalam Al-Qur'an.

Idgham Bighunnah di Juz 30

Hukum ini sangat sering muncul di surat-surat pendek Juz 30, seperti An-Naba', An-Nazi'at, dan Al-Balad.

Lihat kumpulan contohnya khusus dari surat-surat Juz 30 di Idgham Bighunnah di Juz 30.

7. FAQ Seputar Idgham Bighunnah

Apa beda idgham bighunnah dan bilaghunnah?

Idgham bighunnah terjadi pada 4 huruf (ي ن م و) dan dibaca dengan dengung, sedangkan idgham bilaghunnah terjadi pada 2 huruf (ل ر) dan dibaca tanpa dengung.

Kenapa ada pengecualian izhar wajib?

Karena pada 4 kata tertentu dalam Al-Qur'an (seperti الدُّنْيَا), nun mati dan huruf ي ن م و kebetulan berada dalam satu kata yang sama — kondisi ini tidak memenuhi syarat idgham bighunnah yang mensyaratkan posisi di kata terpisah, sehingga dibaca jelas.

Berapa lama dengung idgham bighunnah ditahan?

2 harakat, setara durasi 1 alif atau 1 ketukan jari.

Apa saja 4 huruf idgham bighunnah?

Ya (ي), Nun (ن), Mim (م), dan Wau (و) — sering disingkat "YANMU".

8. Kesimpulan

Idgham bighunnah terjadi saat nun mati/tanwin bertemu huruf ي ن م و di kata terpisah, dibaca melebur dengan dengung 2 harakat. Penting diingat bahwa hukum ini punya pengecualian penting (izhar wajib) yang berlaku khusus jika pertemuannya terjadi dalam satu kata yang sama.

Untuk pembahasan hukum nun mati dan tanwin lainnya, kembali ke Nun Mati dan Tanwin: Pengertian, Perbedaan, dan Hukum Bacaannya.

Referensi

  • Al-Jamzuri, Sulaiman. Tuhfatul Athfal wal Ghilman fi Tajwidil Qur'an.
  • Mahmud, Muhammad. Hidayatul Mustafid.
  • Marzuki & Sun Choirol Ummah. Dasar-Dasar Ilmu Tajwid.
  • Al-Maqdisi, Faidhullah Al-Hasani. Fathur Rahman Lithalibi Ayatil Qur'an.

Posting Komentar