Tasrif Bab 1 Tsulatsi Mujarrad Faala Yaf'ulu

Tasrif Bab 1 tsulatsi mujarrad adalah pola fi'il tiga huruf asli yang madhi-nya berwazan فَعَلَ (ain fi'il fathah) dan mudhari-nya berwazan يَفْعُلُ (ain fi'il dhammah). Contoh: نَصَرَ – يَنْصُرُ (menolong) dan كَتَبَ – يَكْتُبُ (menulis). Pola ini ditulis singkat sebagai fa'ala yaf'ulu.

Dalam ilmu sharaf, fi'il tsulatsi mujarrad dibagi menjadi enam bab berdasarkan harakat ain fi'il pada madhi dan mudhari. Bab 1 adalah bab yang paling sering dijadikan contoh pertama, dan sebagian besar kata kerja yang Anda temui sehari-hari, termasuk كَتَبَ, berada di sini.

Artikel ini fokus pada pola bab 1 itu sendiri: cara mengenalinya, bentuk-bentuk turunannya, bagaimana ia berperilaku pada fi'il mu'tal, mudha'af, dan mahmuz, serta cara membedakannya dari bab 2, 3, dan 5. Untuk tasrif lengkap satu kata atau tabel 14 dhamir, kami arahkan ke artikel khususnya agar Anda tidak membaca hal yang sama dua kali.

Pengertian dan Ciri Bab 1

Fi'il tsulatsi mujarrad adalah fi'il yang tersusun dari tiga huruf asli tanpa tambahan. Enam pola harakat 'ain-nya dikenal sebagai enam bab. Bab 1 memiliki ciri sebagai berikut:

CiriBab 1
Wazanفَعَلَ – يَفْعُلُ
'Ain fi'il pada madhiFathah (نَصَرَ)
'Ain fi'il pada mudhariDhammah (يَنْصُرُ)
Bentuk amrاُفْعُلْ (hamzah washal dibaca dhammah)
Bentuk isim fa'il dan maf'ulفَاعِلٌ – مَف��عُولٌ
Jenis fi'ilBisa muta'addi (نَصَرَ) maupun lazim (قَعَدَ)

Perhatikan bahwa yang menentukan bab bukan madhi saja, melainkan pasangan madhi dan mudhari. Karena itu, kita tidak bisa menyebut sebuah fi'il masuk bab 1 hanya dari bentuk madhinya.

15 Contoh Fi'il Bab 1

MadhiMudhariArti
نَصَرَيَنْصُرُmenolong
كَتَبَيَكْتُبُmenulis
قَتَلَيَقْتُلُmembunuh
دَرَسَيَدْرُسُmempelajari
شَكَرَيَشْكُرُbersyukur
ذَكَرَيَذْكُرُmengingat, menyebut
خَلَقَيَخْلُقُmenciptakan
رَزَقَيَرْزُقُmemberi rezeki
طَلَبَيَطْلُبُmencari, meminta
حَضَرَيَحْضُرُhadir
سَجَدَيَسْجُدُsujud
قَعَدَيَقْعُدُduduk
خَرَجَيَخْرُجُkeluar
دَخَلَيَدْخُلُmasuk
عَبَدَيَعْبُدُmenyembah

Daftar ini sengaja dibuat ringkas. Tasrif lengkap tiap kata, mulai dari 14 dhamir hingga bentuk istilahi, tersedia di cluster kata, misalnya Tasrif Kataba dan Tasrif Nashara.

Cetakan Bentuk Turunan Bab 1

Setelah bab diketahui, bentuk-bentuk turunannya mengikuti cetakan yang tetap. Tabel berikut menunjukkan cetakan bab 1 beserta tiga kata sebagai bukti: نَصَرَ dan كَتَبَ (muta'addi), serta خَرَجَ (lazim).

BentukCetakan Bab 1نَصَرَكَتَبَخَرَجَ
Madhiفَعَلَنَصَرَكَتَبَخَرَجَ
Mudhariيَفْعُلُيَنْصُرُيَكْتُبُيَخْرُجُ
MasdarSima'i (tidak baku)نَصْرٌكَتْبٌ / كِتَابَةٌخُرُوجٌ
Isim fa'ilفَاعِلٌنَاصِرٌكَاتِبٌخَارِجٌ
Isim maf'ulمَفْعُول��مَنْصُورٌمَكْتُوبٌمَخْرُوجٌ بِهِ
Amrاُفْعُلْاُنْصُرْاُكْتُبْاُخْرُجْ
Nahiلَا تَفْعُلْلَا تَنْصُرْلَا تَكْتُبْلَا تَخْرُجْ
Isim zaman/makanمَفْعَلٌjarang dipakaiمَكْتَبٌمَخْرَجٌ

Dua catatan penting. Pertama, fi'il lazim seperti خَرَجَ tidak punya isim maf'ul yang berdiri sendiri; ia hanya muncul bersama jar-majrur (مَخْرُوجٌ بِهِ). Kedua, isim zaman/makan bab 1 berwazan مَفْعَلٌ (fathah di 'ain), yang menjadi dasar kata مَكْتَبٌ (tempat menulis) dan مَدْخَلٌ (tempat masuk). Isim alat dan seluruh sepuluh bentuk istilahi dibahas di Tasrif Istilahi.

Masdar Bab 1 Tidak Baku (Sima'i)

Berbeda dengan bentuk lain yang polanya tetap, masdar fi'il tsulatsi mujarrad tidak punya rumus baku. Ia diambil dari pemakaian orang Arab (sima'i). Kamus klasik mencatat bahwa satu fi'il bab 1 bisa memiliki beberapa masdar sekaligus. Pada fi'il نَصَرَ, misalnya, tercatat masdar نَصْرٌ dan نُصْرَةٌ, bahkan نُصُورٌ menurut sebagian ulama, seperti دُخُولٌ dan خُرُوجٌ.

Pola MasdarContoh pada Bab 1
فَعْلٌنَصْرٌ، قَتْلٌ، خَلْقٌ، قَوْلٌ، أَكْلٌ
فُعُولٌدُخُولٌ، خُرُوجٌ، سُجُودٌ، قُعُودٌ، حُضُورٌ
فِعْلٌذِكْرٌ، رِزْقٌ
فُعْلٌشُكْرٌ
فِعَالَةٌكِتَابَةٌ (di samping كَتْبٌ)، دِرَاسَةٌ (di samping دَرْسٌ)

Konsekuensinya, masdar bab 1 harus dihafal bersama fi'ilnya atau dicek di kamus. Untuk pembahasan masdar secara umum, baca Masdar.

Bab 1 pada Fi'il Mu'tal, Mudha'af, dan Mahmuz

Pola فَعَلَ – يَفْعُلُ tidak hanya berlaku pada fi'il shahih salim. Banyak fi'il yang mengandung huruf illat, huruf kembar, atau hamzah juga memakainya, dan bentuknya berubah mengikuti kaidah masing-masing:

JenisMadhiMudhariMasdarFa'ilMaf'ulAmr
Shahih salimنَصَرَيَنْصُرُنَصْرٌنَاصِرٌمَنْصُورٌاُنْصُرْ
Ajwaf wawiقَالَيَقُولُقَوْل��قَائِلٌمَقُولٌقُلْ
Naqish wawiدَعَايَدْعُودُعَاءٌدَاعٍمَدْعُوٌّاُدْعُ
Mudha'af muta'addiمَدَّيَمُدُّمَدٌّمَادٌّمَمْدُودٌمُدَّ / اُمْدُدْ
Mahmuz fa'أَكَلَيَأْكُلُأَكْلٌآكِلٌمَأْكُولٌكُلْ

Beberapa hal yang perlu diingat dari tabel ini:

  • Ajwaf wawi (قَالَ، قَامَ، كَانَ، صَامَ): alif madhi berasal dari waw, sehingga mudharinya يَقُولُ، يَقُومُ، يَكُونُ، يَصُومُ. Pada amr, huruf illat gugur karena bertemu sukun: قُلْ، قُمْ، كُنْ، صُمْ.
  • Naqish wawi (دَعَا، غَزَا): mudharinya berakhir وُ (يَدْعُو، يَغْزُو), dan amr membuang huruf illat: اُدْعُ، اُغْزُ.
  • Mudha'af: kaidah umumnya, mudha'af yang muta'addi memakai يَفْعُلُ (مَدَّ – يَمُدُّ, رَدَّ – يَرُدُّ), sedangkan yang lazim cenderung يَفْعِلُ seperti فَرَّ – يَفِرُّ (masuk bab 2).
  • Mahmuz fa': tiga fi'il membuang hamzah pada amr: أَكَلَ ← كُلْ, أَخَذَ ← خُذْ, dan أَمَرَ ← مُرْ.

Pembagian fi'il dari sisi huruf ini dibahas per jenis di artikel tersendiri: Fi'il Shahih dan Fi'il Mu'tal, termasuk tasrif madhi masing-masing di Tasrif Fiil Madhi.

Bab 1 Dibandingkan Bab 2, 3, dan 5

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menyamakan bab 1 dengan bab lain yang sebagian polanya mirip. Bab 1 berbagi madhi dengan bab 2 dan 3, serta berbagi mudhari dengan bab 5:

BabWazanContohPersamaan dengan Bab 1Perbedaan
Bab 1فَعَلَ – يَفْعُلُكَتَبَ – يَكْتُبُ——
Bab 2فَعَلَ – يَفْعِلُضَرَبَ – يَضْرِبُMadhi sama (fathah)'Ain mudhari kasrah
Bab 3فَعَلَ – يَفْعَلُفَتَحَ – يَفْتَحُMadhi sama (fathah)'Ain mudhari fathah
Bab 5فَعُلَ – يَفْعُلُكَرُمَ – يَكْرُمُMudhari sama (dhammah)'Ain madhi dhammah, umumnya fi'il sifat bawaan

Konsekuensinya, tasrif madhi bab 1, 2, dan 3 persis sama, sebagaimana dijelaskan di Tasrif Fiil Madhi. Perbedaan baru terlihat saat masuk Tasrif Fiil Mudhari dan Tasrif Fiil Amar.

Cara Menentukan Sebuah Fi'il Termasuk Bab 1

Pada dasarnya penentuan bab bersifat sima'i, artinya harus dicek pada pemakaian atau kamus. Namun ada empat langkah praktis yang mempersempit kemungkinan:

  1. Cek madhi. Jika 'ain madhi dhammah (كَرُمَ), itu bukan bab 1 melainkan bab 5. Jika kasrah (عَلِمَ), itu bab 4 atau 6.
  2. Cek mudhari. Jika madhi fathah, lihat 'ain mudhari: dhammah berarti bab 1, kasrah berarti bab 2, fathah berarti bab 3.
  3. Waspadai huruf halq. Fi'il yang 'ain atau lam-nya huruf halq (ء، ه، ع، ح، غ، خ) cenderung masuk bab 3 (فَتَحَ – يَفْتَحُ), tetapi ada pengecualian seperti دَخَلَ – يَدْخُلُ yang tetap bab 1.
  4. Gunakan petunjuk jenis fi'il. Ajwaf wawi, naqish wawi, dan mudha'af muta'addi umumnya bab 1.

Kamus Arab-Indonesia seperti Al-Munawwir dan kamus Arab klasik mencantumkan harakat mudhari tepat setelah madhi, sehingga Anda bisa memastikannya langsung. Langkah-langkah ini juga dibahas dalam pilar Fi'il Tsulatsi Mujarrad.

Contoh Bab 1 dalam Al-Qur'an

Contoh 1 · Madhi
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ

(QS. Ali Imran: 123) "Sungguh Allah telah menolong kalian di Badar." نَصَرَ berwazan فَعَلَ dan mudharinya يَنْصُرُ.

Contoh 2 · Mudhari
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ

(QS. Al-Baqarah: 79) "Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri." يَكْتُبُونَ adalah mudhari bab 1 dengan waw jama'ah.

Contoh 3 · Amr ajwaf
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

(QS. Ta-Ha: 114) "Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku." قُلْ adalah amr dari قَالَ – يَقُولُ; alif tengahnya gugur.

Contoh 4 · Amr mahmuz & isim makan
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

(QS. Al-A'raf: 31) خُذُوا (dari أَخَذَ) dan كُلُوا (dari أَكَلَ) membuang hamzah. Sementara مَسْجِد dari سَجَدَ – يَسْجُدُ termasuk pengecualian isim makan: ia dibaca kasrah (مَسْجِدٌ), bukan مَسْجَدٌ. Hal serupa terjadi pada مَشْرِقٌ dan مَغْرِبٌ.

Contoh 5 · Amr naqish
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ

(QS. An-Nahl: 125) "Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah." ادْعُ adalah amr dari دَعَا – يَدْعُو; waw akhir gugur, dhammah 'ain tetap.

Contoh 6 · Amr dan mudhari majzum
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

(QS. Al-Baqarah: 152) "Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kalian." اذْكُرُوا (amr) dan أَذْكُرْ (mudhari majzum) sama-sama dari ذَكَرَ – يَذْكُرُ.

Dibahas di Mana: Peta Anti Tumpang Tindih

Agar tidak membaca materi yang sama berulang, berikut pembagian tugas antar artikel dalam seri tasrif:

Yang Ingin Anda PelajariBaca di
Pola bab 1 (artikel ini): ciri, cetakan, masdar sima'i, perilaku mu'tal-mudha'af, beda dengan bab lainArtikel ini
Gambaran keenam bab sekaligus dan cara memilih babFi'il Tsulatsi Mujarrad
Tasrif lengkap satu kata (14 dhamir, semua bentuk), contoh كَتَبَTasrif Kataba
Tasrif lengkap kata lain bab 1Tasrif Nashara, Tasrif Madda, dan cluster kata lainnya
Tabel madhi 14 dhamirTasrif Fiil Madhi
Tabel mudhari 14 dhamirTasrif Fiil Mudhari
Tabel amr 6 dhamirTasrif Fiil Amar
Beda tasrif lughawi dan istilahiTasrif Lughawi dan Tasrif Istilahi
Bab berikutnyaBab 2 · Bab 3 · Bab 4 · Bab 5 · Bab 6
Fi'il muta'addi dan lazimFi'il Muta'addi dan Lazim

Langkah berikutnya: lihat penerapan pola bab 1 pada satu kata utuh di Tasrif Kataba, lalu lanjutkan ke Tsulatsi Mujarrad Bab 2 (Fa'ala-Yaf'ilu).

FAQ Seputar Bab 1

Apa yang dimaksud dengan tsulatsi mujarrad bab 1?

Bab 1 adalah salah satu dari enam bab fi'il tiga huruf asli, dengan madhi berwazan فَعَلَ dan mudhari berwazan يَفْعُلُ. Contohnya نَصَرَ – يَنْصُرُ dan كَتَبَ – يَكْتُبُ.

Apakah kataba termasuk bab 1?

Ya. كَتَبَ berpasangan dengan mudhari يَكْتُبُ ('ain dhammah), sehingga ia berwazan فَعَلَ – يَفْعُلُ. Tasrif lengkapnya dibahas di artikel Tasrif Kataba.

Apa beda bab 1 dengan bab 2 dan bab 3?

Ketiganya memiliki madhi yang sama, yaitu فَعَلَ. Pembedanya hanya harakat 'ain mudhari: dhammah untuk bab 1 (يَكْتُبُ), kasrah untuk bab 2 (يَضْرِبُ), dan fathah untuk bab 3 (يَفْتَحُ).

Apakah bab 1 berbeda dengan bab 5?

Mudharinya sama-sama يَفْعُلُ, tetapi madhi bab 5 berwazan فَعُلَ ('ain dhammah), seperti كَرُمَ – يَكْرُمُ. Bab 5 umumnya memuat fi'il sifat bawaan dan tidak bersifat muta'addi.

Apakah masdar bab 1 punya pola baku?

Tidak. Masdar fi'il tsulatsi mujarrad bersifat sima'i dan bisa berbentuk فَعْلٌ، فُعُولٌ، فِعْلٌ، فُعْلٌ, atau فِعَالَةٌ, sehingga harus dihafal bersama fi'ilnya.

Apa wazan isim zaman dan makan untuk bab 1?

Umumnya مَفْعَلٌ, seperti مَكْتَبٌ dan مَدْخَلٌ. Ada pengecualian yang dibaca kasrah, di antaranya مَسْجِدٌ، مَشْرِقٌ، مَغْرِبٌ.

Bagaimana bentuk amr fi'il bab 1?

Berwazan اُفْعُلْ, hamzah washal dibaca dhammah mengikuti 'ain mudhari, seperti اُكْتُبْ dan اُنْصُرْ. Fi'il ajwaf dan naqish membuang huruf illat: قُلْ، اُدْعُ.

Kesimpulan

Bab 1 tsulatsi mujarrad adalah pola فَعَلَ – يَفْعُلُ: madhi fathah, mudhari dhammah. Ia mencakup fi'il muta'addi dan lazim, dan tetap berlaku pada fi'il mu'tal, mudha'af, serta mahmuz dengan penyesuaian tertentu. Bentuk turunannya mengikuti cetakan tetap, kecuali masdar yang bersifat sima'i. Untuk membedakannya dari bab 2, 3, dan 5, selalu periksa pasangan madhi dan mudhari, bukan salah satunya.

Setelah menguasai pola ini, terapkan pada kata nyata lewat Tasrif Kataba, lalu pelajari pola bab lainnya mulai dari Bab 2.

Referensi: Muhammad Ma'shum bin 'Ali, Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah (pembagian tasrif istilahi pada bab 1 sampai bab 6 tsulatsi mujarrad) · Mustafa Al-Ghalayini, Jami'ud Durus Al-'Arabiyah, Al-Maktabah Al-'Ashriyyah, Sidon-Beirut · E. W. Lane, An Arabic-English Lexicon (entri نصر, catatan masdar dan mudhari).

Posting Komentar