Fiil Amar (فعل الأمر) adalah kata kerja perintah dalam bahasa Arab yang digunakan untuk memerintahkan seseorang melakukan suatu tindakan. Fiil amar biasanya ditujukan kepada mukhatab (orang kedua) dan dibentuk dari fiil mudhari' dengan aturan tertentu.
Contoh Fiil Amar
- اُكْتُبْ (uktub) = Tulislah!
- اِقْرَأْ (iqra') = Bacalah!
- اِجْلِسْ (ijlis) = Duduklah!
- اِذْهَبْ (idhhab) = Pergilah!
Fiil amar adalah salah satu dari tiga pembagian fiil dalam ilmu nahwu, di samping fiil madhi dan fiil mudhari'. Kata kerja perintah ini punya aturan pembentukan dan hukum i'rob tersendiri yang penting dipahami sebelum melangkah ke pembahasan yang lebih luas seperti tasrif per kata dan kumpulan contohnya.
Artikel ini mengupas pengertian dasar fiil amar lengkap dengan rujukan kitab nahwu, ciri-ciri, hukum i'rob, serta cara pembentukannya.
1. Pengertian Fiil Amar
Pengertian Secara Bahasa dan Istilah Nahwu
Kata "amar" (أَمْر) secara bahasa berarti "perintah" atau "suruhan". Fiil amar secara istilah nahwu adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk meminta lawan bicara melakukan suatu pekerjaan di waktu yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia, fiil amar selalu diterjemahkan dengan imbuhan "-lah", contoh: اُكْتُبْ diterjemahkan "tulislah", bukan sekadar "tulis".
Definisi Menurut Kitab Jami'ud Durus Al-'Arabiyah
Syekh Mustafa Al-Ghalayini dalam kitab Jami'ud Durus Al-'Arabiyah mendefinisikan fiil amar sebagai:
مَا دَلَّ عَلَى حَدَثٍ يُطْلَبُ حُصُوْلُهُ بَعْدَ زَمَانِ التَّكَلُّمِ
"Maa dalla 'alaa hadatsin yuthlabu hushuuluhu ba'da zamaanit-takallum" — yaitu (fiil) yang menunjukkan suatu peristiwa yang dituntut terjadinya setelah waktu pembicaraan.
Definisi ini menegaskan bahwa fiil amar berbeda dari fiil madhi (menunjuk kejadian lampau) dan fiil mudhari' (menunjuk kejadian sekarang) — fiil amar khusus menunjuk peristiwa yang dituntut terjadi setelah ucapan disampaikan.
2. Ciri-Ciri dan Hukum I'rob Fiil Amar (Mabni)
Fiil amar, seperti fiil madhi, selalu mabni — tidak pernah mu'rab. Berikut ciri-ciri yang bisa dikenali:
- Berakhiran sukun pada fiil shahih, contoh: يَكْتُبُ → اُكْتُبْ (uktub)
- Membuang huruf akhir pada fiil mu'tal (alif/wawu/ya), contoh: يَدْعُو → اُدْعُ (ud'u)
- Berakhiran fathah pada fiil mudho'af (huruf ganda) yang diidghomkan, contoh: يَمُدُّ → مُدَّ (mudda)
- Bisa menerima nun taukid, pembeda dari fiil mudhari' majzum yang bentuknya mirip, contoh: اُكْتُبَنَّ (uktubanna)
Keempat ciri di atas berkaitan langsung dengan empat kondisi mabni pada fiil amar:
| Jenis Mabni | Kondisi | Contoh |
|---|---|---|
| Mabni Sukun | Kondisi default pada fiil shahih | اُكْتُبْ |
| Mabni Fathah | Fiil mudho'af yang diidghomkan | مُدَّ |
| Mabni Hadzfun Nun | Bersambung alif tatsniyah, wawu jama'ah, atau ya mukhathabah | اُكْتُبَا، اُكْتُبُوْا |
| Mabni Hadzfu Huruf Illah | Fiil mu'tal akhir, huruf illat dibuang | اُدْعُ |
3. Perbedaan Fiil Amar dan Fiil Nahi
Fiil amar menunjukkan perintah dan berdiri sendiri sebagai fiil mudhari' yang diubah tanpa huruf tambahan, sedangkan fiil nahi menunjukkan larangan dan dibentuk dengan menambahkan لَا di depan fiil mudhari' yang majzum.
| Aspek | Fiil Amar | Fiil Nahi |
|---|---|---|
| Makna | Perintah | Larangan |
| Struktur | Fiil mudhari' tanpa huruf tambahan | لَا + fiil mudhari' majzum |
| Contoh | اُكْتُبْ (tulislah) | لَا تَكْتُبْ (jangan menulis) |
4. Cara Membentuk Fiil Amar dari Fiil Mudhari'
Fiil amar dibentuk dari fiil mudhari' melalui langkah berikut:
- Buang huruf mudhoro'ah dari fiil mudhari'
- Sukunkan huruf akhir
- Tambahkan hamzah washal di depan jika huruf pertama belum bisa dibaca, dengan harakat mengikuti harakat 'ain fiil pada fiil mudhari'
- Untuk fiil yang sudah berimbuhan (tsulatsi mazid/ruba'i), gunakan hamzah qath'ah berharakat fathah, bukan hamzah washal
| Kondisi Fiil Mudhari' | Rumus Fiil Amar | Contoh Mudhari' | Hasil |
|---|---|---|---|
| 'Ain fiil berharakat fathah/kasrah | + hamzah washal kasrah | يَضْرِبُ | اِضْرِبْ |
| 'Ain fiil berharakat dhommah | + hamzah washal dhommah | يَكْتُبُ | اُكْتُبْ |
| Fiil ruba'i (4 huruf) | + hamzah qath'ah fathah | يُكْرِمُ | أَكْرِمْ |
Pola harakat 'ain fiil ini sendiri ditentukan oleh bab tsulatsi mujarrad kata tersebut, sebagaimana dibahas di Fiil Tsulatsi Mujarrad Bab 1-6.
5. Contoh dan Pendalaman Lebih Lanjut
Contoh Fiil Amar dalam Al-Qur'an
Fiil amar sangat banyak dijumpai dalam Al-Qur'an, terutama pada ayat-ayat berisi perintah ibadah maupun akhlak. Salah satu contohnya adalah اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ (QS. Al-'Alaq: 1) — "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan," di mana kata اِقْرَأْ adalah fiil amar dari يَقْرَأُ.
Tasrif Lengkap per Kata
Setiap kata dasar memiliki tasrif fiil amar tersendiri untuk keenam dhomir mukhotob, lengkap dengan rumus pembentukan langkah demi langkah.
6. FAQ Seputar Fiil Amar
Apa itu fiil amar?
Fiil amar adalah kata kerja dalam bahasa Arab yang menunjukkan makna perintah kepada lawan bicara untuk melakukan sesuatu di masa mendatang, contoh: uktub (tulislah).
Apa saja ciri-ciri fiil amar?
Ciri-cirinya meliputi berakhiran sukun pada fiil shahih, membuang huruf akhir pada fiil mu'tal, berakhiran fathah pada fiil mudho'af, dan bisa menerima nun taukid.
Kenapa fiil amar selalu mabni?
Karena fiil amar tidak dipengaruhi amil seperti fiil mudhari' — bentuknya tetap mengikuti kondisi hurufnya, bukan berubah karena posisi tata bahasa dalam kalimat.
Apa bedanya fiil amar dan fiil nahi?
Fiil amar menunjukkan perintah dan berdiri sendiri tanpa huruf tambahan, sedangkan fiil nahi menunjukkan larangan dan dibentuk dengan menambahkan laa di depan fiil mudhari' majzum.
Apakah fiil amar hanya untuk mukhotob (orang kedua)?
Ya, fiil amar secara bahasa hanya berlaku untuk dhomir mukhotob (kamu/kalian) — untuk perintah kepada diri sendiri atau orang ketiga, bahasa Arab memakai fiil mudhari' plus lam amr.
Bagaimana cara membuat fiil amar dari fiil mudhari'?
Caranya dengan membuang huruf mudhoro'ah, menyukunkan huruf akhir, lalu menambahkan hamzah washal atau hamzah qath'ah di depan sesuai jenis fiilnya.
7. Kesimpulan
Fiil amar adalah bentuk kata kerja perintah dalam bahasa Arab yang selalu mabni, dibentuk dari fiil mudhari' dengan aturan tertentu tergantung jenis hurufnya. Memahami pengertian, ciri-ciri, dan hukum i'rob-nya adalah fondasi sebelum melangkah ke pembahasan yang lebih mendalam seperti rumus tasrif per kata dan kumpulan contoh penerapannya.
Untuk mendalami setiap aspek secara lebih rinci, silakan telusuri artikel-artikel terkait yang telah ditautkan pada bagian "Contoh dan Pendalaman Lebih Lanjut" di atas. Sebagai pelengkap, pelajari juga dua pembagian fiil lainnya: Fiil Madhi dan Fiil Mudhari'.
Referensi: Al-Ghalayini, Mustafa. Jami'ud Durus Al-'Arabiyah, Al-Maktabah Al-'Ashriyyah, Sidon-Beirut · Ash-Shanhaji, Ibnu Ajurrum. Matnul Ajurrumiyah · Ibnu Malik. Alfiyah Ibnu Malik.