Fa Inna Ma'al 'Usri Yusra (فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا) artinya "Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." Kalimat ini merupakan bagian dari Surah Asy-Syarh ayat 5–6, yang mengajarkan bahwa setiap kesulitan akan disertai kemudahan dari Allah. Ayat ini menjadi penguat bagi orang beriman agar tetap sabar, optimis, dan bertawakal.
```Ringkasan| Keterangan | Penjelasan |
|---|---|
| Bacaan | Fa Inna Ma'al 'Usri Yusra |
| Arab | فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا |
| Latin | Fa inna ma'al 'usri yusrā |
| Arti | Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. |
| Surat | Al-Insyirah |
| Ayat | 5 |
| Tema | Kesabaran, harapan, dan optimisme dalam menghadapi ujian. |
Table of Contents
Fa Inna Ma'al Usri Yusro Arab
![]() |
| gambar fainamaal usriyusro innama al usri yusro arab |
Tulisan arab fainna ma'al usri yusra benar dan lengkap dengan harakat adalah:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Cara menulis fa inna ma'al usri yusro dalam bahasa arab dapat dilakukan dengan memakai harakat ataupun tanpa harakat(arab gundul) :
- Berharakat : فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
- Gundul(tanpa harakat) : فإن مع العسر يسرا
Penulisan lafadz tersebut dalam bahasa Arab harus sesuai dengan kaidah nahwu dan sharaf :
- Fa (فَ) - Huruf athof
- Inna (إِنَّ) - Amil nawasib
- Ma'a (مَعَ) - Dhorof
- Al Usri (الْعُسْرِ) - Mudhof ilaih, dibaca jar dengan tanda kasrah
- Yusra ( يُسْرًا) - Isin inna yang diakhirkan, dibaca nashab dengan tanda nashab berupa fathah
Alhasil, tulisan fainna maal usri yusro yang benar dan dapat di copy paste sesuai Al Quran surat Al insyirah ayat 5 sebagai berikut :
Tulisan Arab Terkait :
Fa Inna Ma'al Usri Yusro Artinya
Arti dari fa inna ma'al usri yusra adalah sebagai berikut :
Untuk lebih mudah lagi memahami maknanya, kami buatkan arti perkata fa inna ma'al usri yusro
| Tulisan Arab | Latin | Artinya |
|---|---|---|
| فَ | Fa | Maka |
| اِنَّ | Inna | Sesungguhnya |
| مَعَ | Ma'a | Besrsama |
| الْعُسْرِ | Al Usri | Kesulitan |
| يُسْرًاۙ | Yusro | Kemudahan |
Fa Inna Ma'al Usri Yusra Surat Apa?
Kalimat ini terdapat dalam surat Al insyirah ayat 5:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Allah kemudian mengulang makna yang sama pada ayat ke-6 :
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Fa inna ma'al usri yusra inna ma'al usri yusro(فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ) Pengulangan tersebut menunjukkan penegasan bahwa kesulitan tidak akan berlangsung selamanya dan Allah menjanjikan kemudahan bagi hamba-Nya.
Inilah bacaan lengkap surat Al Insyirah ayat 1-8 :
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad),
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ ٢
meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ ٣
yang memberatkan punggungmu,
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ ٤
dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu?
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥
Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ ٧
Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain)
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ ٨
dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!
Tafsir Fa Inna Ma'al Usri Yusra
1. Tafsir Jalalain
Imam Jalaluddin al-Mahali menafsirkan kata al usri (الْعُسْرِ) dengan makna as-syiddah yang berarti kesukaran dan menafsirkan kata yusra (يُسْرًاۗ) dengan makna suhulah yang mempunyai arti kemudahan.
Kemudian dalam menafsirkan ayat 6 اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ Inna ma'al usri yusro beliau berkata:
Nabi SAW menderita atas kebengisan orang-orang kafir, kemudian ia mendapatkan kemudahan dengan pertolongan Allah atas mereka.
2. Tafsir As-Shawi
Didalam hasyiahnya, Imam As-Shawi mengomentari kata مَعَ (ma'a) dalam ayat 6 bermakna ba'da yang bermakna setelah. Diungkapkan demikian karena memberikan isyarat bahwa kemudahan akan datang tidak terlalu lama setelah kesusahan, seakan-akan membersamainya sebagai bentuk penghibur dan penguatan hati. Menurut beliau, huruf أل dalam kalimat الْعُسْرِ dalam ayat 5 adalah al lijinsi (al ta'rif yang didatangkan untuk menunjukan pada hakikat sesuatu yang dinyatakan); sedangankan huruf أل yang kedua dalam ayat 6 adalah al li 'ahdid dzikri (al ta'rif yang dapat dimengerti sebab telah disebutkan sebelumnya).
Karenanya dinyatakan dalam hadits saat turunnya ayat, Nabi saw bersabda :
أبْشِرُوا أتاكُمُ اليُسْرُ، لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ
Artinya :
Berilah kabar gembira kalian semua bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan.
Lanjut As-Shawi terkait ayat "fa inna ma’al-’usri yusra". Ayat ini menjelaskan kebiasan orang Arab jika ,menyebutkan isim yang dima'rifatkan mengunakan al (العسر) kemudian diulang, maka kalimat isim yang kedua sama dengan yang pertama.
Berbeda dengan isim nakirah (يسرا) yang diulang, maka isim nakirah yang kedua bukan yang pertama. Al-Qur'an datang sesuai dengan uslub mereka.
Ayat ini memberikan isyarat bahwa kemudahan akan mengalahkan kesulitan.
Sudut pandang ini berdasar bahwa dalam kesulitan orang mukmin yang dialami di dunia, pasti ada kemudahan di dunia, dan kemudahan di akhirat.
Kemudahan di dunia disebutkan pada ayat 5, sedangkan kemudahan di akhirat disebutkan pada ayat berikutnya. (Ahmad bin Muhammad As-Shawi, Tafsir Jalalain dan Hasyiyah As-Shawi)
3. Tafsir Munir
Berbeda dengan imam As-Shawi, Syekh Nawawi Banten dalam "Tafsir Munir Li maalimit Tanzil" mengatakan أل dalam kata العسر (al-usr) yang awal adalah li 'ahdil khudhur, sedangan yang kedua adalah li 'ahdid dzikri.
Maka al usri (العسر) atau kesulitan dalam kedua ayat itu satu, yakni kesulitan yang saat ini mereka alami.
Sedangkan kata يسرا yusro dinakirahkan untuk tujuan memuliakan, seakan-akan Allah berfirman :
Sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan yang besar dan kemudahan yang sempurna, yakni dengan mendapatkan kemudahan di dunia dan akhirat.
Kemudian Syekh Nawawi menafsirkan ayat
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Pengulanganya untuk menguatkan atau permulaan (musta'nafah) yang berarti : Sesungguhnya kesulitan ditolong dengan kemudahan lain.
Terakhir Syekh Nawawi menyimpulkan kedua ayat ini sebagai berikut:
وهذه الآية تثبيت لما قبلها، ووعد كريم بتيسير كل عسير له صلّى الله عليه وسلّم وللمؤمنين كأنه قيل خولناك ما خولناك من جلائل النعم فكن على ثقة بفضل الله تعالى ولطفه فإن مع العسر يسرا كثيرا
Artinya :
Ayat ini (ayat 6) menetapkan ayat sebelumnya dan janji Allah Yang Maha Mulia dengan memudahkan segala kesulitan Nabi saw dan orang-orang mukmin, seakan Allah berkata: "Kami (Allah) berikan apa yang telah kami berikan kepadamu berupa keagungan nikmat; maka, jadilah orang yang percaya dengan kemurahan dan kelembutan Allah. Karena sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan yang banyak". Wallahu a'lam.
Kandungan Surah Asy-Syarh Ayat 5–6
Beberapa pelajaran penting dari ayat ini:
- Allah tidak membiarkan hamba-Nya menghadapi ujian sendirian.
- Setiap kesulitan selalu disertai jalan keluar.
- Seorang mukmin harus bersabar dan tidak berputus asa.
- Optimisme merupakan bagian dari akhlak seorang muslim.
- Tawakal harus disertai usaha yang sungguh-sungguh.
