Ciri-ciri Fiil Madhi : Contoh dan Penjelasannya

Salah satu ciri-ciri fiil madhi yang tidak dapat disamai dengan fiil mudhori' dan fiil amar adalah terdiri dari 3 huruf awalnya berharakat fathah dan huruf akhirnya juga fathah. Contohnya حسُنَ ini sudah pasti fiil madhi karena terdiri 3 huruf berawalan dan berakhiran fathah, bandingkan dengan fiil mudhori يحسُنُ yang terdiri dari 4 huruf begitu juga fiil amar أحسُنْ.

Walaupun demikian, fiil madhi yang terdiri dari 3 huruf diawali fathat adalah fiil madhi mabni ma'lum sedangkan fiil madhi mabni majhul huruf awalnya adalah dhommah. Ada juga fiil madhi yang lebih dari 3 huruf dinamakan fiil madhi tsulatsi mazid ada juga fiil madhi ruba'i mujarrod dan fiil madhi ruba'i mulhaq.

Untuk mengetahui ciri-ciri fiil madhi dari semua jenis diatas, dalam kesempatan ini zonasantri.com akan memberikan penjelasan secara mendalam. Mari kita simak bersama.

Pengertian Fiil Madhi dan Contohnya

ciri-ciri fiil madhi dan contohnya
ciri-ciri fiil madhi

Fiil madhi adalah kalimat yang menunjukkan atas suatu makna pekerjaan dan bersamaan dengan zaman yang telah lampau contohnya فتَحَ. Fataha mempunyai makna atau arti membuka, inilah yang dimaksud dengan menunjukkan atas suatu makna pekerjaan. Olehnya membuka dilakukan pada waktu yang telah berlalu ( bisa tadi, bisa kemarin dan seterusnya) inilah yang dinamakan zaman yang telah lampau.

Coba bandingkan dengan lafadz أَمْسِ amsi yang artinya kemarin. Lafadz amsi tidak mempunyai suatu makna pekerjaan tetapi mempunyai zaman yang telah berlalu. Karena tidak mempunyai makna pekerjaan inilah amsi tidak termasuk fiil mudhori' walaupun mempunyai zaman yang telah lampau.

Fiil madhi dibagi menjadi 2 yaiut fiil madhi mabni ma'lum dan fiil madhi mabni majhul. Fiil madhi mabni ma'lum adalah fiil madhi yang fail (subjek)nya tampak, contohnya حسُنَ زَيْدٌ. Sedangkan fiil madhi mabni majhul adalah fiil madhi yang failnya disimpan, contohnya ضُرِبَ زَيْدٌ.

Ciri-ciri Fiil Madhi

Didalam kitab Jurumiyah Imam Ash Shonhaji atau dikenal juga dengan Ibnu Ajurrum menjelaskan bahwa ciri-ciri fiil madhi huruf akhirnya wajib dibaca fathah (mabni fathah). Untuk membuktikannya mari kita lihat semua wazan fiil madhi :
  • فَعَلَ
  • فَعِلَ
  • فَعُلَ
  • فَعْلَلَ
  • فَعْلَلَ
  • فَوْعَلَ
  • فَعْيَلَ
  • فَيْعَلَ
  • فَعْوَلَ
  • فَعْيَلَ
  • فَعْلَى
  • فَعْنَلَ
  • أَفْعَلَ
  • فَعَّلَ
  • فَاعَلَ
  • إِنْفَعَلَ
  • إِفْتَعَلَ
  • إِفْعَلَّ
  • تَفَعَّلَ
  • تَفَاعَلَ
  • إِسْتَفْعَلَ
  • إِِفْعَوْعَلَ
  • إِعَوَّلَ
  • إِفْعَالَّ
  • تَفَعْلَلَ
  • إِفْعَنْلَلَ
  • إِفْعَلَلَّ
Ternyata memang benar, bahwa semua wazan fiil madhi huruf akhirnya berupa fathah (mabni fathah).

Masih didalam kitab Jurumiyah Imam Ash Shonhaji berkata fiil dapat diketahui dengan adanya qad (قَدْ), sin (س), saufa (سوف) dan ta' taknis (تْ). Kiai Haji Misbah Zainal Mustofa menambahkan bahwa untuk fiil madhi hanya bisa dimasuki ta' ta'nis dan qad sedangkan sin dan saufa khusus untuk fiil mudhori'. Contohnya :

  • Kemasukan Qad : قَدْ أَفْلَحَ زَيْدٌ
  • Ketambahan tak taknis : ضَرَبَتْ

Selain dapat kemasukan tak ta'nis fiil madhi juga dapat kemasukan ta' fail, sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Malik dalam Kitab Alfiyah :

وماضي الأفعال بالتا مز

Artinya : jika ada kalimat fiil dapat ditemui tk taknis dan ta fail maka dinamakan fiil madhi. Contoh fiil madhi di temui ta fail : جَلَسْتَ - جَلَسْتِ - جَلَسْتُ. 

Dari penjelasana diatas dapat diketahui bahwa ciri-ciri fiil madhi adalah sebagai berikut :

  1. Mempunyai makna(arti) dibarengi zaman lampau
  2. Huruf akhir berharakat fathah (mabni fathah)
  3. Dapat dimasuki qad
  4. Dapat kemasukan ta' taknis
  5. Dapat kemasukan ta' fail

Itulah yang membedakan fiil madhi dengan fiil mudhori dan fiil amar, bahwa fiil madhi tidak diawali huruf tertentu seperti fiil mudhori yang diawali huruf mudhoroah atau fiil amar yang diawali dengan hamzah.

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri fiil madhi beserta contohnya, semoga menjadikan paham bagi teman-teman yang sedang belajar ilmu nahwu, jika masih ada yang perlu ditanyakan jangan sungkan untuk berkomentar.

Santri Indonesia, Penulis Artikel Islami di zonasantri.com Belajarlah Ilmu dan Ajarkanlah Kepada Manusia.

Post a Comment