Fiil nahi adalah pasangan dari fiil amar — jika fiil amar berisi tuntutan untuk melakukan suatu pekerjaan, fiil nahi justru sebaliknya: tuntutan untuk meninggalkan atau tidak melakukan suatu pekerjaan. Keduanya sama-sama termasuk kalimat insya' thalabi (kalimat permintaan) dalam ilmu balaghah dan nahwu.
Artikel ini mengupas pengertian fiil nahi, ciri-cirinya, perbedaannya dengan lā nāfiyah yang sering tertukar, serta perbandingannya dengan fiil amar.
1. Pengertian Fiil Nahi
Pengertian Secara Bahasa dan Istilah Nahwu
Kata "nahi" (نَهْي) secara bahasa berarti "larangan" atau "cegahan". Secara istilah nahwu, fiil nahi adalah tuntutan untuk meninggalkan suatu pekerjaan, dengan kedudukan penuntut lebih tinggi dari yang dituntut (isti'la wal ilzam) — sama seperti fiil amar, hanya berlawanan arah tuntutannya.
Satu-Satunya Shighah Fiil Nahi
Berbeda dengan fiil amar yang berdiri sendiri sebagai fiil mudhari' yang diubah, fiil nahi hanya memiliki satu bentuk (shighah), yaitu:
لَا النَّاهِيَة + فِعْل مُضَارِع مَجْزُوْم
Lā nāhiyah (huruf larangan) yang masuk pada fiil mudhari' dan men-jazm-kannya, contoh: لَا تَكْذِبْ (laa takdzib — jangan berbohong).
Ini adalah perbedaan struktural paling mendasar dari fiil amar: fiil amar tidak memakai huruf tambahan apapun, sedangkan fiil nahi wajib didahului لَا الناهية.
2. Ciri-Ciri dan Hukum I'rob Fiil Nahi (Majzum)
Prinsip i'rob fiil nahi berbeda dari fiil amar. Jika fiil amar selalu mabni, fiil nahi sejatinya adalah fiil mudhari' yang di-majzum-kan oleh لَا الناهية (lā jāzimah) — sehingga tanda jazm-nya mengikuti kaidah umum fiil mudhari' majzum:
| Kondisi Fiil | Tanda Jazm | Contoh |
|---|---|---|
| Fiil shahih (akhiran biasa) | Sukun | لَا تَكْتُبْ |
| Af'alul khomsah (bersambung alif/wawu/ya dhomir) | Hadzfun nun (buang nun) | لَا تَكْتُبُوْا |
| Fiil mu'tal akhir (alif/wawu/ya) | Hadzfu huruf illah (buang huruf illat) | لَا تَدْعُ |
Karena berstatus mu'rab (bukan mabni), fiil nahi berbeda secara prinsip dari fiil amar, meski keduanya sama-sama menuntut suatu tindakan (hanya arahnya berlawanan).
3. Perbedaan Lā Nāhiyah dan Lā Nāfiyah
Salah satu kesalahan paling umum bagi pemula adalah menyamakan لَا الناهية (lā nāhiyah, huruf larangan) dengan لَا النَّافِيَة (lā nāfiyah, huruf peniadaan/negasi) — padahal keduanya punya fungsi dan pengaruh i'rob yang berbeda.
| Aspek | Lā Nāhiyah | Lā Nāfiyah |
|---|---|---|
| Makna | Larangan (tuntutan meninggalkan) | Peniadaan/negasi biasa |
| Pengaruh I'rob | Men-jazm-kan fiil mudhari' | Tidak berpengaruh pada i'rob |
| Contoh | لَا تَكْذِبْ (jangan berbohong) | لَا يَكْذِبُ (dia tidak berbohong) |
Cara termudah membedakan keduanya adalah dengan melihat harakat akhir fiil mudhari' setelah لَا: jika berubah menjadi sukun/majzum, itu lā nāhiyah; jika tetap marfu' (berharakat dhommah), itu lā nāfiyah.
4. Perbedaan Fiil Nahi dan Fiil Amar
| Aspek | Fiil Amar | Fiil Nahi |
|---|---|---|
| Makna | Perintah (tuntutan melakukan) | Larangan (tuntutan meninggalkan) |
| Struktur | Fiil mudhari' tanpa huruf tambahan | لَا + fiil mudhari' majzum |
| Status I'rob | Mabni | Mu'rab (majzum) |
| Contoh | اُكْتُبْ (tulislah) | لَا تَكْتُبْ (jangan menulis) |
Pembahasan lengkap fiil amar — termasuk ciri-ciri, hukum mabni, dan rumus pembentukannya — dapat dipelajari di Fiil Amar: Pengertian, Ciri-Ciri, Rumus, dan Contoh Lengkap.
5. Contoh dan Pendalaman Lebih Lanjut
Fiil nahi banyak dijumpai dalam Al-Qur'an, terutama pada ayat-ayat yang melarang suatu perbuatan tercela. Salah satu contohnya adalah يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَا تَجَسَّسُوْا (QS. Al-Hujurat: 12) — "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan (orang lain)," di mana kata لَا تَجَسَّسُوْا adalah fiil nahi mabni hadzfun nun. Contoh lain: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا (QS. Al-Isra: 32) — "Dan janganlah kalian mendekati zina."
6. FAQ Seputar Fiil Nahi
Apa itu fiil nahi?
Fiil nahi adalah bentuk larangan dalam bahasa Arab, yaitu fiil mudhari' yang didahului lā nāhiyah (huruf larangan) sehingga men-jazm-kannya, contoh: laa takdzib (jangan berbohong).
Apa saja ciri-ciri fiil nahi?
Ciri utamanya adalah selalu didahului lā nāhiyah dan berstatus majzum, dengan tanda jazm berupa sukun, hadzfun nun (af'alul khomsah), atau hadzfu huruf illah (fiil mu'tal akhir).
Apa bedanya lā nāhiyah dan lā nāfiyah?
Lā nāhiyah bermakna larangan dan men-jazm-kan fiil mudhari' setelahnya, sedangkan lā nāfiyah bermakna peniadaan biasa dan tidak memengaruhi i'rob fiil mudhari'.
Apa bedanya fiil nahi dan fiil amar?
Fiil amar menuntut untuk melakukan suatu pekerjaan dan berstatus mabni, sedangkan fiil nahi menuntut untuk meninggalkan suatu pekerjaan, dibentuk dengan lā nāhiyah, dan berstatus mu'rab (majzum).
Apa saja tanda jazm pada fiil nahi?
Tanda jazm fiil nahi mengikuti kaidah umum fiil mudhari' majzum: sukun untuk fiil shahih, hadzfun nun untuk af'alul khomsah, dan hadzfu huruf illah untuk fiil mu'tal akhir.
7. Kesimpulan
Fiil nahi adalah bentuk larangan dalam bahasa Arab yang dibentuk dari fiil mudhari' yang didahului lā nāhiyah dan berstatus majzum — berbeda prinsip dari fiil amar yang mabni. Memahami perbedaannya dengan lā nāfiyah dan dengan fiil amar adalah kunci untuk tidak salah membaca maupun salah memahami makna ayat atau kalimat yang mengandungnya.
Untuk pembahasan pasangannya secara lengkap, pelajari juga Fiil Amar, serta Fiil Madhi dan Fiil Mudhari' sebagai dua pembagian fiil lainnya.
Referensi: Al-Ghalayini, Mustafa. Jami'ud Durus Al-'Arabiyah, Al-Maktabah Al-'Ashriyyah, Sidon-Beirut · Ash-Shanhaji, Ibnu Ajurrum. Matnul Ajurrumiyah · Ibnu Malik. Alfiyah Ibnu Malik.