Tasrif Bab 5 Tsulatsi Mujarrad

Bab 5 tsulatsi mujarrad adalah pola fi'il tiga huruf asli yang madhi-nya berwazan فَعُلَ (ain fi'il dhammah) dan mudhari-nya berwazan يَفْعُلُ (ain fi'il dhammah). Contoh: كَرُمَ – يَكْرُمُ (mulia, dermawan) dan حَسُنَ – يَحْسُنُ (baik, indah). Fi'il bab 5 menyatakan sifat bawaan dan umumnya lazim. Pola ini ditulis singkat sebagai fa'ula yaf'ulu.

Bab 5 adalah bab yang paling mudah dikenali. Ia satu-satunya bab dengan madhi berharakat dhammah pada 'ain, sehingga begitu Anda melihat bentuk seperti كَرُمَ atau صَغُرَ, bab-nya sudah pasti. Tidak ada bab lain yang memakai pola itu.

Artikel ini fokus pada pola bab 5 itu sendiri: ciri khasnya sebagai bab sifat bawaan, bentuk turunan, hubungannya dengan kata sifat, perilakunya pada fi'il mu'tal, serta cara membedakannya dari bab 1 yang mudharinya sama. Untuk tasrif lengkap satu kata atau tabel 14 dhamir, kami arahkan ke artikel khususnya agar tidak ada materi yang diulang.

Pengertian dan Ciri Bab 5

Fi'il tsulatsi mujarrad dibagi enam bab menurut harakat 'ain fi'il pada madhi dan mudhari. Bab 5 memiliki ciri sebagai berikut:

CiriBab 5
Wazanفَعُلَ – يَفْعُلُ
'Ain fi'il pada madhiDhammah (كَرُمَ)
'Ain fi'il pada mudhariDhammah (يَكْرُمُ)
Syarat hurufTidak ada
Bentuk amrاُفْعُلْ (hamzah washal dibaca dhammah)
Isim zaman/makanمَفْعَلٌ (fathah di 'ain)
Jenis fi'ilUmumnya lazim (tidak punya maf'ul bih)
Makna khasSifat bawaan atau tabiat yang melekat

Dua ciri menonjol: madhi dhammah (unik di antara keenam bab) dan makna sifat bawaan. Bab 5 dipakai untuk menyatakan keadaan yang sudah menjadi tabiat, seperti kemuliaan, keindahan, ukuran, atau kemudahan, bukan perbuatan yang bisa dilakukan lalu berhenti.

15 Contoh Fi'il Bab 5

MadhiMudhariArti
كَرُمَيَكْرُمُmulia, dermawan
حَسُنَيَحْسُنُbaik, indah
جَمُلَيَجْمُلُcantik, elok
قَبُحَيَقْبُحُburuk, jelek
كَبُرَيَكْبُرُbesar
صَغُرَيَصْغُرُkecil
عَظُمَيَعْظُمُagung
طَالَيَطُولُpanjang, tinggi
قَصُرَيَقْصُرُpendek
سَهُلَيَسْهُلُmudah
صَعُبَيَصْعُبُsulit
شَجُعَيَشْجُعُberani
بَعُدَيَبْعُدُjauh
قَرُبَيَقْرُبُdekat
صَلُحَيَصْلُحُbaik, layak, saleh

Daftar ini sengaja ringkas. Tasrif lengkap tiap kata, dari 14 dhamir hingga bentuk istilahi, ada di cluster kata, misalnya Tasrif Karuma Yakrumu.

Cetakan Bentuk Turunan Bab 5

Setelah bab diketahui, bentuk-bentuk turunannya mengikuti cetakan yang tetap. Tabel berikut menunjukkan cetakan bab 5 dengan tiga kata sebagai bukti: كَرُمَ, حَسُنَ, dan صَعُبَ. Ketiganya lazim, sehingga tidak ada isim maf'ul yang berdiri sendiri.

BentukCetakan Bab 5كَرُمَحَسُنَصَعُبَ
Madhiفَعُلَكَرُمَحَسُنَصَعُبَ
Mudhariيَفْعُلُيَكْرُمُيَحْسُنُيَصْعُبُ
MasdarSima'i (tidak baku)كَرَامَةٌ / كَرَمٌحُسْنٌصُعُوبَةٌ
Kata sifatBukan فَاعِلٌ pada umumnya (lihat bagian berikutnya)كَرِيمٌحَسَنٌصَعْبٌ
Isim maf'ulمَفْعُولٌ— (lazim)— (lazim)— (lazim)
Amrاُفْعُلْاُكْرُمْاُحْسُنْjarang dipakai
Nahiلَا تَفْعُلْلَا تَكْرُمْلَا تَحْسُنْjarang dipakai
Isim zaman/makanمَفْعَلٌمَكْرَمٌمَحْسَنٌjarang dipakai

Dua catatan. Pertama, karena maknanya sifat bawaan, amr dan nahi dari fi'il bab 5 sangat jarang dipakai; Anda lebih sering menjumpai kata sifatnya. Kedua, hamzah washal pada amr bab 5 dibaca dhammah (اُكْرُمْ), sama seperti bab 1, karena mudharinya sama-sama يَفْعُلُ. Isim alat dan sepuluh bentuk istilahi lengkap dibahas di Tasrif Istilahi.

Bab 5 dan Kata Sifat: Pola Fa'il yang Berbeda

Pada bab 1 sampai 3, pelaku perbuatan dinyatakan dengan isim fa'il berpola فَاعِلٌ (كَاتِبٌ, فَاتِحٌ). Pada bab 5, yang dibutuhkan adalah kata sifat yang menggambarkan keadaan tetap, bukan pelaku. Karena itu fi'il bab 5 biasanya melahirkan sifat musyabbahah, terutama berpola فَعِيلٌ:

Fi'il Bab 5Kata SifatPolaArti
كَرُمَكَرِيمٌفَعِيلٌmulia, dermawan
جَمُلَجَمِيلٌفَعِيلٌindah
كَبُرَكَبِيرٌفَعِيلٌbesar
صَغُرَصَغِيرٌفَعِيلٌkecil
عَظُمَعَظِيمٌفَعِيلٌagung
طَالَطَوِيلٌفَعِيلٌpanjang
سَهُلَسَهْلٌفَعْلٌmudah
شَجُعَشُجَاعٌفُعَالٌberani
صَلُحَصَالِحٌفَاعِلٌsaleh, baik

Perhatikan صَالِحٌ: ia berpola فَاعِلٌ padahal berasal dari bab 5, sebagai pengecualian sima'i. Dari sinilah kata serapan saleh berasal. Sementara keramat berasal dari كَرَامَةٌ, masdar كَرُمَ. Detail sifat musyabbahah dibahas di Shifat Musyabbahah.

Masdar Bab 5 Tidak Baku (Sima'i)

Seperti bab lainnya, masdar bab 5 tidak punya rumus baku dan harus dihafal bersama fi'ilnya. Namun fi'il sifat cenderung memakai beberapa pola tertentu:

Pola MasdarContoh pada Bab 5
فَعَالَةٌكَرَامَةٌ، شَجَاعَةٌ، فَصَاحَةٌ، ضَخَامَةٌ
فُعُولَةٌسُهُولَةٌ، صُعُوبَةٌ
فُعْلٌحُسْنٌ، قُبْحٌ
فَعَالٌجَمَالٌ، صَلَاحٌ، كَمَالٌ
فَعَلٌكَرَمٌ

Pola فَعَالَةٌ (dengan ta' marbuthah) adalah yang paling khas untuk bab 5. Untuk pembahasan masdar secara umum, baca Masdar.

Bab 5 pada Fi'il Ajwaf dan Mitsal

Fi'il bab 5 berhuruf shahih paling umum, tetapi ada juga yang mengandung huruf illat:

JenisMadhiMudhariMasdarKata SifatAmr
Shahih salimكَرُمَيَكْرُمُكَرَامَةٌكَرِيمٌاُكْرُمْ
Shahih salimصَلُحَيَصْلُحُصَلَاحٌصَالِحٌاُصْلُحْ
Ajwaf wawiطَالَيَطُولُطُولٌطَوِيلٌطُلْ
Ajwaf wawiهَانَيَهُونُهَوَانٌهَيِّنٌهُنْ
Mitsal wawiوَسُمَيَوْسُمُوَسَامَةٌوَسِيمٌjarang dipakai
  • Ajwaf wawi: طَالَ asalnya طَوُلَ (wazan فَعُلَ), kemudian waw berubah menjadi alif. Saat bertemu ta' fa'il, harakat fa' fi'il menjadi dhammah mengikuti asalnya: طُلْتُ, هُنْتَ. Amr membuang huruf illat: طُلْ، هُنْ.
  • Mitsal wawi: waw tetap. Seperti bab 4, waw fa' fi'il tidak gugur di mudhari karena 'ain mudhari bukan kasrah: وَسُمَ – يَوْسُمُ. Berbeda dengan bab 2 dan 6 yang waw-nya gugur.
  • Naqish dan mudha'af sangat jarang pada bab 5.

Pembagian fi'il dari sisi huruf ini dibahas per jenis di artikel tersendiri: Fi'il Ajwaf dan Fi'il Mitsal. Tasrif madhi masing-masing ada di Tasrif Fiil Madhi.

Satu Akar, Beda Bab, Beda Makna

Salah satu hal paling menarik dari sistem bab adalah bahwa akar kata yang sama bisa berpindah bab dan berubah makna. Harakat 'ain bukan sekadar bunyi, tetapi pembeda arti:

AkarBab 5 (sifat)Bab lain (perbuatan)
ق-ر-بقَرُبَ – يَقْرُبُ (dekat; lazim)قَرَبَ – يَقْرَبُ (mendekati; bab 3, muta'addi, pengecualian sima'i karena tanpa huruf halq)
ك-ب-ركَبُرَ – يَكْبُرُ (besar)كَبِرَ – يَكْبَرُ (menjadi tua; bab 4)

Contoh Qur'annya jelas pada larangan وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا (QS. Al-Isra': 32): تَقْرَبُوا berasal dari قَرَبَ – يَقْرَبُ yang bermakna "mendekati" dan muta'addi, bukan dari قَرُبَ – يَقْرُبُ yang bermakna "menjadi dekat".

Bab 5 Dibandingkan Bab 1

Bab 5 berbagi mudhari dengan bab 1. Berbeda dengan bab lain yang berbagi madhi, madhi bab 5 sendiri unik:

BabWazanContohPersamaan dengan Bab 5Perbedaan
Bab 5فَعُلَ – يَفْعُلُكَرُمَ – يَكْرُمُ——
Bab 1فَعَلَ – يَفْعُلُكَتَبَ – يَكْتُبُMudhari sama (dhammah); amr sama (اُفْعُلْ)'Ain madhi fathah; maknanya perbuatan; bisa muta'addi

Dengan kata lain, bila madhi dhammah, bab 5 pasti; bila madhi fathah dan mudhari dhammah, itu bab 1. Konsekuensinya pada tasrif madhi: karena 'ain madhi bab 5 berbeda, tabel tasrif madhi-nya berbeda dari bab 1 sampai 4 dan 6, sebagaimana dijelaskan di Tasrif Fiil Madhi.

Cara Menentukan Sebuah Fi'il Termasuk Bab 5

Bab 5 adalah bab yang paling mudah ditentukan:

  1. Cek madhi. Jika 'ain madhi dhammah (كَرُمَ), itu pasti bab 5. Tidak ada bab lain dengan madhi seperti itu.
  2. Cek mudhari. Mudhari bab 5 selalu يَفْعُلُ (dhammah). Tidak ada varian lain.
  3. Perhatikan makna. Fi'il yang menyatakan sifat melekat (mulia, indah, besar, kecil, panjang, mudah, sulit, berani) hampir pasti bab 5.
  4. Waspadai ajwaf. Fi'il seperti طَالَ، هَانَ tampak berwazan فَعَلَ pada madhi, tetapi mudharinya يَطُولُ، يَهُونُ dan asalnya فَعُلَ, sehingga tetap bab 5.

Kamus Arab-Indonesia dan kamus klasik mencantumkan harakat mudhari tepat setelah madhi, sehingga bab bisa dipastikan langsung. Langkah-langkah ini juga dibahas di pilar Fi'il Tsulatsi Mujarrad.

Contoh Bab 5 dalam Al-Qur'an

Contoh 1 · Madhi
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

(QS. Ash-Shaff: 3) "Sangat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan." كَبُرَ adalah madhi bab 5; maknanya sifat, bukan perbuatan.

Contoh 2 · Madhi dengan ta' ta'nits
كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ

(QS. Al-Kahf: 5) "Alangkah besarnya kata yang keluar dari mulut mereka." كَبُرَتْ adalah كَبُرَ yang disambung ta' ta'nits sakinah untuk fa'il muannats (كَلِمَةً).

Contoh 3 · Madhi dan kata sifat
وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

(QS. An-Nisa': 69) "Dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman." حَسُنَ adalah madhi bab 5 dalam makna pujian, sedangkan الصَّالِحِينَ adalah kata sifat dari صَلُحَ.

Contoh 4 · Madhi
وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ

(QS. At-Taubah: 25) "Dan bumi terasa sempit bagi kalian, padahal ia luas." رَحُبَتْ berasal dari رَحُبَ – يَرْحُبُ (luas), lazim, bab 5.

Contoh 5 · Ajwaf wawi
فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ

(QS. Al-Hadid: 16) "Maka berlalulah masa yang panjang atas mereka." طَالَ adalah ajwaf wawi bab 5, asalnya طَوُلَ.

Contoh 6 · Kata sifat
قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ

(QS. Maryam: 9) "Dia berfirman: Demikianlah. Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagi-Ku." هَيِّنٌ adalah kata sifat yang berasal dari هَانَ – يَهُونُ.

Dibahas di Mana: Peta Anti Tumpang Tindih

Agar tidak membaca materi yang sama berulang, berikut pembagian tugas antar artikel dalam seri tasrif:

Yang Ingin Anda PelajariBaca di
Pola bab 5 (artikel ini): ciri, cetakan, kata sifat, masdar sima'i, ajwaf-mitsal, satu akar beda bab, beda dengan bab 1Artikel ini
Gambaran keenam bab sekaligus dan cara memilih babFi'il Tsulatsi Mujarrad
Tasrif lengkap satu kata (14 dhamir, semua bentuk), contoh كَرُمَTasrif Karuma Yakrumu
Tasrif lengkap kata lain bab 5Cluster kata lainnya
Tabel madhi 14 dhamirTasrif Fiil Madhi
Tabel mudhari 14 dhamirTasrif Fiil Mudhari
Tabel amr 6 dhamirTasrif Fiil Amar
Beda tasrif lughawi dan istilahiTasrif Lughawi dan Tasrif Istilahi
Bab sebelum dan sesudahnyaBab 1 · Bab 2 · Bab 3 · Bab 4 · Bab 6
Fi'il muta'addi dan lazimFi'il Muta'addi dan Lazim

Langkah berikutnya: lihat penerapan pola bab 5 pada satu kata utuh di Tasrif Karuma Yakrumu, lalu lanjutkan ke Tsulatsi Mujarrad Bab 6 (Fa'ila-Yaf'ilu).

FAQ Seputar Bab 5

Apa yang dimaksud dengan tsulatsi mujarrad bab 5?

Bab 5 adalah salah satu dari enam bab fi'il tiga huruf asli, dengan madhi berwazan فَعُلَ dan mudhari berwazan يَفْعُلُ. Contohnya كَرُمَ – يَكْرُمُ dan حَسُنَ – يَحْسُنُ.

Apakah karuma termasuk bab 5?

Ya. كَرُمَ berharakat dhammah pada 'ain madhi dan mudharinya يَكْرُمُ, sehingga berwazan فَعُلَ – يَفْعُلُ. Tasrif lengkapnya dibahas di artikel Tasrif Karuma.

Mengapa bab 5 paling mudah dikenali?

Karena ia satu-satunya bab dengan madhi berharakat dhammah pada 'ain. Begitu madhi berwazan فَعُلَ, bab-nya pasti bab 5.

Apa makna khas fi'il bab 5?

Sifat bawaan atau tabiat yang melekat, seperti mulia (كَرُمَ), indah (حَسُنَ), besar (كَبُرَ), dan berani (شَجُعَ). Karena itu bab ini umumnya lazim.

Apa beda bab 5 dengan bab 1?

Mudhari keduanya sama, yaitu يَفْعُلُ, tetapi madhi bab 1 berwazan فَعَلَ ('ain fathah) dan menyatakan perbuatan, sedangkan madhi bab 5 berwazan فَعُلَ ('ain dhammah) dan menyatakan sifat.

Apakah fi'il bab 5 punya isim fa'il?

Umumnya tidak berpola فَاعِلٌ. Fi'il bab 5 melahirkan kata sifat, terutama berpola فَعِيلٌ seperti كَرِيمٌ dan كَبِيرٌ. Pengecualiannya antara lain صَالِحٌ.

Bagaimana bentuk amr fi'il bab 5?

Berwazan اُفْعُلْ, hamzah washal dibaca dhammah, seperti اُكْرُمْ. Namun amr dari fi'il sifat sangat jarang dipakai. Fi'il ajwaf membuang huruf illat: طُلْ، هُنْ.

Kesimpulan

Bab 5 tsulatsi mujarrad adalah pola فَعُلَ – يَفْعُلُ: madhi dhammah, mudhari dhammah, dengan makna sifat bawaan. Ia satu-satunya bab dengan madhi dhammah sehingga paling mudah dikenali, umumnya lazim, dan melahirkan kata sifat berpola فَعِيلٌ serta masdar berpola فَعَالَةٌ. Pada fi'il ajwaf, harakat dhammah terlihat di طُلْتُ; pada fi'il mitsal, waw tetap (يَوْسُمُ). Untuk membedakannya dari bab 1, periksa madhi: fathah berarti bab 1, dhammah berarti bab 5.

Setelah menguasai pola ini, terapkan pada kata nyata lewat Tasrif Karuma Yakrumu, lalu selesaikan seri dengan Bab 6.

Referensi: Muhammad Ma'shum bin 'Ali, Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah (pembagian tasrif istilahi pada bab 1 sampai bab 6 tsulatsi mujarrad) · Mustafa Al-Ghalayini, Jami'ud Durus Al-'Arabiyah, Al-Maktabah Al-'Ashriyyah, Sidon-Beirut.

Posting Komentar