Bab 6 tsulatsi mujarrad adalah pola fi'il tiga huruf asli yang madhi-nya berwazan فَعِلَ (ain fi'il kasrah) dan mudhari-nya berwazan يَفْعِلُ (ain fi'il kasrah). Contoh: حَسِبَ – يَحْسِبُ (mengira) dan وَرِثَ – يَرِثُ (mewarisi). Bab ini paling sedikit fi'ilnya, dan banyak yang berawal waw. Pola ini ditulis singkat sebagai fa'ila yaf'ilu.
Bab 6 adalah bab penutup dan yang paling kecil. Jumlah fi'ilnya terbatas, tetapi dari fi'il-fi'il inilah lahir beberapa kata yang sangat akrab di telinga orang Indonesia: wali, waris, wilayah, hisab, dan tsiqah. Mengenali bab 6 berarti memahami asal kata-kata itu.
Artikel ini fokus pada pola bab 6 itu sendiri: ciri, daftar fi'ilnya, bentuk turunan, perilaku fi'il mitsal yang mendominasi bab ini, serta cara membedakannya dari bab 2 dan bab 4. Untuk tasrif lengkap satu kata atau tabel 14 dhamir, kami arahkan ke artikel khususnya agar tidak ada materi yang diulang.
- Pengertian dan Ciri Bab 6
- 10 Contoh Fi'il Bab 6
- Fi'il yang Memiliki Dua Mudhari
- Cetakan Bentuk Turunan Bab 6
- Bab 6 dan Kata Serapan: Wali, Waris, Wilayah, Hisab
- Masdar Bab 6 Tidak Baku (Sima'i)
- Bab 6 pada Fi'il Mitsal dan Naqish
- Bab 6 Dibandingkan Bab 2 dan 4
- Cara Menentukan Sebuah Fi'il Termasuk Bab 6
- Contoh Bab 6 dalam Al-Qur'an
- Dibahas di Mana: Peta Anti Tumpang Tindih
- FAQ Seputar Bab 6
- Kesimpulan
Pengertian dan Ciri Bab 6
Fi'il tsulatsi mujarrad dibagi enam bab menurut harakat 'ain fi'il pada madhi dan mudhari. Bab 6 memiliki ciri sebagai berikut:
| Ciri | Bab 6 |
|---|---|
| Wazan | فَعِلَ – يَفْعِلُ |
| 'Ain fi'il pada madhi | Kasrah (حَسِبَ) |
| 'Ain fi'il pada mudhari | Kasrah (يَحْسِبُ) |
| Syarat huruf | Tidak ada |
| Bentuk amr | اِفْعِلْ (hamzah washal dibaca kasrah) |
| Isim zaman/makan | مَفْعِلٌ (kasrah di 'ain) |
| Jumlah fi'il | Paling sedikit di antara enam bab |
| Ciri umum | Banyak berupa fi'il mitsal (berawal waw) |
Keunikan bab 6 ada pada kasrah ganda: 'ain madhi kasrah dan 'ain mudhari kasrah. Ini membedakannya dari bab 4 (فَعِلَ – يَفْعَلُ, mudhari fathah) dan bab 2 (فَعَلَ – يَفْعِلُ, madhi fathah).
10 Contoh Fi'il Bab 6
Karena jumlahnya terbatas, fi'il bab 6 biasanya dihafal satu per satu:
| Madhi | Mudhari | Arti |
|---|---|---|
| حَسِبَ | يَحْسِبُ | mengira, menghitung |
| وَرِثَ | يَرِثُ | mewarisi |
| وَلِيَ | يَلِي | berada dekat, mengurus, memimpin |
| وَثِقَ | يَثِقُ | percaya |
| وَرِمَ | يَرِمُ | membengkak |
| وَرِعَ | يَرِعُ | menjaga diri dari yang haram (wara') |
| وَمِقَ | يَمِقُ | mencintai |
| نَعِمَ | يَنْعِمُ | hidup senang |
| يَبِسَ | يَيْبِسُ | kering |
| يَئِسَ | يَيْئِسُ | putus asa |
Daftar ini bukan hitungan lengkap, tetapi sudah mencakup fi'il bab 6 yang paling sering disebut. Tasrif lengkap tiap kata, dari 14 dhamir hingga bentuk istilahi, ada di cluster kata, misalnya Tasrif Warisa Yaritsu.
Fi'il yang Memiliki Dua Mudhari
Empat fi'il pada daftar di atas, yaitu حَسِبَ، نَعِمَ، يَبِسَ، يَئِسَ, tercatat juga dengan mudhari berfathah, sehingga ia bisa dibaca sebagai bab 4:
| Madhi | Mudhari Bab 6 (kasrah) | Mudhari Bab 4 (fathah) |
|---|---|---|
| حَسِبَ | يَحْسِبُ | يَحْسَبُ |
| نَعِمَ | يَنْعِمُ | يَنْعَمُ |
| يَبِسَ | يَيْبِسُ | يَيْبَسُ |
| يَئِسَ | يَيْئِسُ | يَيْأَسُ |
Dalam bacaan Hafs, yang umum dipakai di Indonesia, mudhari حَسِبَ dan يَئِسَ dibaca dengan fathah (يَحْسَبُ, يَيْأَسُ). Itu sebabnya contoh bab 6 dalam Al-Qur'an terutama datang dari fi'il mitsal seperti وَرِثَ dan وَلِيَ, sebagaimana akan terlihat di bagian contoh.
Cetakan Bentuk Turunan Bab 6
Setelah bab diketahui, bentuk-bentuk turunannya mengikuti cetakan yang tetap. Tabel berikut menunjukkan cetakan bab 6 dengan tiga kata sebagai bukti: حَسِبَ, وَرِثَ, dan وَثِقَ.
| Bentuk | Cetakan Bab 6 | حَسِبَ | وَرِثَ | وَثِقَ |
|---|---|---|---|---|
| Madhi | فَعِلَ | حَسِبَ | وَرِثَ | وَثِقَ |
| Mudhari | يَفْعِلُ | يَحْسِبُ | يَرِثُ | يَثِقُ |
| Masdar | Sima'i (tidak baku) | حِسَابٌ | إِرْثٌ / وِرَاثَةٌ | ثِقَةٌ |
| Isim fa'il | فَاعِلٌ | حَاسِبٌ | وَارِثٌ | وَاثِقٌ |
| Isim maf'ul | مَفْعُولٌ | مَحْسُوبٌ | مَوْرُوثٌ | مَوْثُوقٌ بِهِ |
| Amr | اِفْعِلْ | اِحْسِبْ | رِثْ | ثِقْ |
| Nahi | لَا تَفْعِلْ | لَا تَحْسِبْ | لَا تَرِثْ | لَا تَثِقْ |
| Isim zaman/makan | مَفْعِلٌ | jarang dipakai | مَوْرِثٌ | مَوْثِقٌ |
Dua catatan. Pertama, pada fi'il mitsal seperti وَرِثَ dan وَثِقَ, amr tidak lagi memakai hamzah washal karena waw gugur: رِثْ، ثِقْ (bukan اِوْرِثْ). Kedua, pada isim makan, waw yang gugur di mudhari muncul kembali (مَوْرِثٌ، مَوْثِقٌ). Isim alat dan sepuluh bentuk istilahi lengkap dibahas di Tasrif Istilahi.
Bab 6 dan Kata Serapan: Wali, Waris, Wilayah, Hisab
Walau fi'il bab 6 sedikit, banyak turunannya yang sudah menjadi kosakata bahasa Indonesia. Tabel berikut menunjukkan asal-usulnya:
| Kata Serapan | Bentuk Arab | Asal Fi'il | Penjelasan |
|---|---|---|---|
| wali | وَلِيٌّ | وَلِيَ – يَلِي | Kata sifat berpola فَعِيلٌ: yang dekat dan mengurus |
| wilayah | وِلَايَةٌ | وَلِيَ – يَلِي | Masdar berpola فِعَالَةٌ: wewenang atas suatu daerah |
| waris | وَارِثٌ | وَرِثَ – يَرِثُ | Isim fa'il: yang mewarisi |
| hisab | حِسَابٌ | حَسِبَ – يَحْسِبُ | Masdar: perhitungan |
| tsiqah | ثِقَةٌ | وَثِقَ – يَثِقُ | Masdar: kepercayaan, orang yang dapat dipercaya |
| wara' | وَرَعٌ | وَرِعَ – يَرِعُ | Masdar berpola فَعَلٌ: menjaga diri dari yang haram |
Masdar Bab 6 Tidak Baku (Sima'i)
Seperti bab lainnya, masdar bab 6 tidak punya rumus baku dan harus dihafal bersama fi'ilnya. Pola yang muncul dari tabel di atas:
| Pola Masdar | Contoh pada Bab 6 |
|---|---|
| فِعَالٌ | حِسَابٌ |
| فِعْلَانٌ | حِسْبَانٌ |
| فِعَالَةٌ | وِلَايَةٌ، وِرَاثَةٌ |
| عِلَةٌ (waw gugur, tambah ta' marbuthah) | ثِقَةٌ |
| فَعَلٌ | وَرَعٌ، وَرَمٌ |
| إِفْعٌ (waw berubah menjadi hamzah) | إِرْثٌ |
Untuk pembahasan masdar secara umum, baca Masdar.
Bab 6 pada Fi'il Mitsal dan Naqish
Mayoritas fi'il bab 6 adalah fi'il mitsal. Berikut perilaku bentuknya:
| Jenis | Madhi | Mudhari | Masdar | Fa'il | Maf'ul | Amr |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Shahih salim | حَسِبَ | يَحْسِبُ | حِسَابٌ | حَاسِبٌ | مَحْسُوبٌ | اِحْسِبْ |
| Mitsal wawi | وَرِثَ | يَرِثُ | إِرْثٌ | وَارِثٌ | مَوْرُوثٌ | رِثْ |
| Mitsal sekaligus naqish (lafif mafruq) | وَلِيَ | يَلِي | وِلَايَةٌ | وَالٍ | — | لِ |
- Mitsal wawi: waw gugur. Seperti bab 2, waw fa' fi'il gugur di mudhari karena 'ain mudhari kasrah: وَرِثَ ← يَرِثُ, وَثِقَ ← يَثِقُ. Gugurnya waw terbawa ke amr (رِثْ، ثِقْ) dan ke masdar tertentu (ثِقَةٌ), tetapi tidak pada isim fa'il dan maf'ul (وَارِثٌ، مَوْرُوثٌ).
- Lafif mafruq: dua huruf illat terpisah. وَلِيَ kehilangan waw di awal mudhari dan memiliki ya' di akhir: يَلِي. Karena itu amr-nya hanya satu huruf, yaitu لِ. Saat bertemu waw jama'ah, ya' akhir gugur: يَلُونَ.
- Naqish dan mudha'af hampir tidak ditemukan pada bab 6 selain وَلِيَ.
Pembagian fi'il dari sisi huruf ini dibahas per jenis di artikel tersendiri: Fi'il Mitsal dan Fi'il Naqish. Tasrif madhi masing-masing ada di Tasrif Fiil Madhi.
Bab 6 Dibandingkan Bab 2 dan 4
Bab 6 berbagi madhi dengan bab 4, serta berbagi mudhari dengan bab 2:
| Bab | Wazan | Contoh | Persamaan dengan Bab 6 | Perbedaan |
|---|---|---|---|---|
| Bab 6 | فَعِلَ – يَفْعِلُ | حَسِب�� – يَحْسِبُ | — | — |
| Bab 2 | فَعَلَ – يَفْعِلُ | ضَرَبَ – يَضْرِبُ | Mudhari sama (kasrah); mitsal wawi sama-sama kehilangan waw | 'Ain madhi fathah; jumlah fi'il jauh lebih banyak |
| Bab 4 | فَعِلَ – يَفْعَلُ | عَلِمَ – يَعْلَمُ | Madhi sama (kasrah) | 'Ain mudhari fathah; banyak fi'il keadaan |
Konsekuensinya, tasrif madhi bab 4 dan 6 persis sama, sebagaimana dijelaskan di Tasrif Fiil Madhi. Perbedaan baru terlihat pada Tasrif Fiil Mudhari dan Tasrif Fiil Amar.
Cara Menentukan Sebuah Fi'il Termasuk Bab 6
Karena jumlahnya sedikit, cara terbaik adalah memeriksa bentuknya secara bertahap:
- Cek madhi. Jika 'ain madhi kasrah (وَرِثَ), kemungkinannya bab 4 atau bab 6.
- Cek mudhari. Jika 'ain mudhari kasrah (يَرِثُ), itu bab 6. Jika fathah, itu bab 4.
- Perhatikan huruf awal. Banyak fi'il bab 6 berawal waw (وَرِثَ، وَثِقَ، وَلِيَ، وَرِعَ) dan waw-nya gugur di mudhari.
- Waspadai fi'il dua mudhari. Untuk حَسِبَ، نَعِمَ، يَبِسَ، يَئِسَ, kedua bentuk (kasrah dan fathah) tercatat; ikuti bacaan atau kamus yang Anda pakai.
Kamus Arab-Indonesia dan kamus klasik mencantumkan harakat mudhari tepat setelah madhi, sehingga bab bisa dipastikan langsung. Langkah-langkah ini juga dibahas di pilar Fi'il Tsulatsi Mujarrad.
Contoh Bab 6 dalam Al-Qur'an
(QS. An-Naml: 16) "Dan Sulaiman mewarisi Dawud." وَرِثَ adalah madhi bab 6 yang muta'addi; ia mempertahankan waw karena masih berbentuk madhi.
(QS. Maryam: 5-6) "Maka anugerahkanlah kepadaku seorang wali dari sisi-Mu, yang akan mewarisiku dan mewarisi keluarga Ya'qub." يَرِثُ adalah mudhari bab 6 dengan waw yang gugur, dan وَلِيًّا berasal dari وَلِيَ.
(QS. At-Taubah: 123) "Perangilah orang-orang kafir yang berada di dekat kalian." يَلُونَ adalah mudhari وَلِيَ – يَلِي dengan waw jama'ah: waw awal gugur seperti biasa, dan ya' akhir gugur karena bertemu waw.
(QS. Al-Ma'idah: 3) "Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa dari agamamu." يَئِسَ adalah madhi فَعِلَ, bentuk yang dipakai bersama oleh bab 4 dan bab 6.
(QS. Yusuf: 87) "Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum yang kafir." يَيْأَسُ dibaca dengan 'ain fathah, sehingga di sini يَئِسَ mengikuti bab 4, bukan bab 6.
(QS. Al-Mujadilah: 18) "Dan mereka mengira bahwa mereka berada di atas sesuatu. Ketahuilah, merekalah para pendusta." Dalam bacaan Hafs, mudhari حَسِبَ dibaca يَحْسَبُونَ (fathah), sehingga pemakaian ini mengikuti bab 4.
Dibahas di Mana: Peta Anti Tumpang Tindih
Agar tidak membaca materi yang sama berulang, berikut pembagian tugas antar artikel dalam seri tasrif:
| Yang Ingin Anda Pelajari | Baca di |
|---|---|
| Pola bab 6 (artikel ini): ciri, daftar fi'il, dua mudhari, kata serapan, masdar sima'i, mitsal-naqish, beda dengan bab 2 dan 4 | Artikel ini |
| Gambaran keenam bab sekaligus dan cara memilih bab | Fi'il Tsulatsi Mujarrad |
| Tasrif lengkap satu kata (14 dhamir, semua bentuk), contoh وَرِثَ | Tasrif Warisa Yaritsu |
| Tasrif lengkap kata lain bab 6 | Cluster kata lainnya |
| Tabel madhi 14 dhamir | Tasrif Fiil Madhi |
| Tabel mudhari 14 dhamir | Tasrif Fiil Mudhari |
| Tabel amr 6 dhamir | Tasrif Fiil Amar |
| Beda tasrif lughawi dan istilahi | Tasrif Lughawi dan Tasrif Istilahi |
| Lima bab lainnya | Bab 1 · Bab 2 · Bab 3 · Bab 4 · Bab 5 |
| Fi'il muta'addi dan lazim | Fi'il Muta'addi dan Lazim |
Langkah berikutnya: lihat penerapan pola bab 6 pada satu kata utuh di Tasrif Warisa Yaritsu, lalu kembali ke pilar Fi'il Tsulatsi Mujarrad untuk ringkasan keenam bab.
FAQ Seputar Bab 6
Apa yang dimaksud dengan tsulatsi mujarrad bab 6?
Bab 6 adalah salah satu dari enam bab fi'il tiga huruf asli, dengan madhi berwazan فَعِلَ dan mudhari berwazan يَفْعِلُ. Contohnya حَسِبَ – يَحْسِبُ dan وَرِثَ – يَرِثُ.
Apakah hasiba termasuk bab 6?
Bisa, karena حَسِبَ tercatat dengan mudhari يَحْسِبُ (bab 6) dan juga يَحْسَبُ (bab 4). Dalam bacaan Hafs, bentuk yang dipakai adalah يَحْسَبُ.
Mengapa fi'il bab 6 sedikit?
Bab ini memang paling terbatas jumlahnya. Banyak yang berawal waw (mitsal), dan sebagian punya mudhari kedua yang berfathah sehingga dapat dianggap masuk bab 4.
Mengapa waw pada waritsa hilang di yaritsu?
Pada fi'il mitsal wawi dengan mudhari يَفْعِلُ, waw fa' fi'il gugur karena berada di antara ya' mudhari yang fathah dan 'ain yang kasrah. Gugurnya waw terbawa ke amr (رِثْ) tetapi tidak ke isim fa'il (وَارِثٌ).
Apa beda bab 6 dengan bab 4?
Madhi keduanya sama, yaitu فَعِلَ. Pembedanya adalah 'ain mudhari: kasrah untuk bab 6 (يَحْسِبُ) dan fathah untuk bab 4 (يَعْلَمُ).
Apa beda bab 6 dengan bab 2?
Mudhari keduanya sama, yaitu يَفْعِلُ, tetapi madhi bab 2 berwazan فَعَلَ ('ain fathah) dan madhi bab 6 berwazan فَعِلَ ('ain kasrah).
Kata serapan apa yang berasal dari fi'il bab 6?
Antara lain wali dan wilayah (dari وَلِيَ), waris (dari وَرِثَ), hisab (dari حَسِبَ), dan tsiqah (dari وَثِقَ).
Kesimpulan
Bab 6 tsulatsi mujarrad adalah pola فَعِلَ – يَفْعِلُ: madhi kasrah dan mudhari kasrah. Ia bab dengan fi'il paling sedikit, didominasi fi'il mitsal yang waw-nya gugur di mudhari dan amr, dan beberapa fi'ilnya juga memiliki mudhari berfathah sehingga dapat dianggap bab 4. Dari bab inilah muncul kata-kata seperti wali, waris, wilayah, hisab, dan tsiqah. Untuk membedakannya dari bab 2 dan 4, selalu periksa pasangan madhi dan mudhari, bukan salah satunya.
Dengan bab 6, seluruh enam bab fi'il tsulatsi mujarrad sudah terbahas. Terapkan pada kata nyata lewat Tasrif Warisa Yaritsu, lalu kembali ke Fi'il Tsulatsi Mujarrad untuk ringkasan.